Pandemi dan Tatanan Kehidupan Baru di Kota Surakarta Menurut Dosen Kebijakan Publik FISIP UNS

Langkah cepat kebijakan Pemerintah Kota  (Pemkot) Surakarta  dalam memberikan respon positif terhadap dari kondisi  pandemi  covid-19  diapresiasi oleh pengamat kebijakan pemerintah dari UNS, Rino Ardhian N, Ph.D,  yang juga dosen Dosen Program Studi (Prodi) Ilmu Administrasi Negara FISIP UNS. Menurut Rino Ardhian Nugroho, dilihat dari penerapan Kondisi Luar Biasa terkait covid-19, Pemkot Surakarta termasuk yang pertama melalui  Surat Perwali Nomor 10 Tahun 2020.

Hal ini disampaikan saat Beliau  saat menjadi pembicara dalam Dialog Interaktif oleh Radio Republik Indonesia (RRI) Surakarta, Selasa, 16 September 2020 bersama dengan pembicara lain Kinkin Sultan Hakim yang menjabat sebagai Asisten Pemerintah dan Kesra Kota Surakarta. Dialog Interaktif  sendiri  digelar dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta Ke- 74  mengangkat topik Kebijakan Pemerintah Kota Surakarta Mewujudkan Tatanan Kehidupan Baru.

Dalam narasinya lebih jauh Rino Ardhian menekankan bahwa Pemkot perlu terus menegakkan aturan yang sudah dibuat. Hal ini disebabkan adanya kecenderungan, saat ini orang cenderung stress karena bosan berada di rumah, sehingga pada akhirnya banyak masyarakat yang berinisiatif  melakukan aktifitas di luar ruangan atau berwisata. Hal tersebut jelas dapat menimbulkan kerumunan atau  memancing keramaian di ruang publik dan yang harus  segera  diantisipasi oleh Pemkot sebagai upaya pencegahan merebaknya covid  tanpa mengurangi esensi dari upayanya menuju tatanan kehidupan baru atau biasa disebut sebagai new normal.

Sebagai akademisi Rino Ardhian juga menyampaikan bahwa UNS  sebagai institusi pendidikan di Kota Surakarta telah  menurunkan mahasiswanya untuk melakukan KKN covid-19  dengan tujuan menyadarkan kepada masyarakat bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi pandemi ini. Kolaborasi masyarakat, tokoh masyarakat, pemerintah, dan semuanya diperlukan untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik.  Sebagai  contohnya bisa melibatkan tokoh masyarakat untuk memberikan contoh kepada lingkungan sekitarnya.

Sedangkan pembicara lain, Kinkin Sultan Hakim, menyebutkan dalam kondisi covid-19, kegiatan masyarakat tidak berhenti total,  tetapi tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan. Harapannya bisa tetap beraktivitas seperti biasa tetapi tidak semua diperbolehkan hanya yang berkepentingan saja, dimana  pelayanan yang diberikan  tetap dapat  berjalan dengan dua metode yaitu online dan offline sesuai dengan prosedur layanan yang selama ini telah dilakukan ditambah dengan  protokol kesehatan menuju era tatanan baru yang akan segera diberlakukan.  (Maryani FISIP UNS/Ratri UNS)