Satu Tahun Kepemimpinan Rektor dan Dekan FISIP, BEM FISIP UNS Adakan Public Hearing FISIP BERCAKAP

BEM FISIP UNS  menyelenggakan  Public Hearing FISIP BERCAKAP  dengan tema, “Satu Tahun Kepemimpinan Rektor dan Dekan  FISIP UNS”,   melalui aplikasi  Google Meets. Acara dilaksanakan  Jumat, 8 Mei 2020 mulai  pukul 14.00-16.45 WIB, Acara ini sedikit molor dari jadwal karena  antusiasme pertanyaan dan tanggapan dari organisasi kemahasiswaan  serta jajaran Dekanat  dan Kepala Prodi FISIP UNS.

Menurut perwakilan dari BEM, Aqilla E Wardani acara ini dilatarbelakangi  salah satu momen  dimana  tahun 2020 merupakan  satu tahun kepemimpinan  Rektor dan Dekan-Dekan  di UNS. Dengan satu tahun kepemimpinan ini, banyak hal yang sudah dilakukan, termasuk capaian maupun hambatnnya apalagi di tahun ini juga mengalami masa pandemi covid yang berdampak luas termasuk di perguruan tinggi.  Untuk itu,  melalui peringatan satu tahun kepemimpinan ini, BEM FISIP UNS melakukan sebuah suvey untuk menampung aspirasi terkait dengan apa saja yang mahasiswa telah alami selama satu tahun ini, termasuk didalamnya pembelajaran daring dimasa covid 19. Beberapa topik pembahasan  disampaikan diantaranya terkait sarana prasarana yang mendukung kegiatan perkuliahan, Sumbangan Pengembangan Institusi, Seleksi mandiri UNS, sistem uang  kuliah tunggal  (UKT), layanan  Birokrasi, pengertian PTNBH, dan Mimbar Bebas Akademik.

Dari hasil survei yang disampaikan, Dekan FISIP UNS, Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni,M.Si memberikan tanggapan. Pertama mengenai  pengalokasian  dana SPI,  FISIP UNS memperoleh dari dana SPI  FISIP UNS Tahun 2019, sebesar 68% yang penggunaan dipecah menjadi alokasi anggaran untuk alat laboratorium dan sarana prasarana dan kegiatan kemahasiswaan yang diatur berdasarkan  Keputusan Rektor Nomor 818A/UN.27/HK/2019). Dan untuk proses pelaporan penggunaan dana SPI di UNS secara umum senantiasa diawasi oleh  Satuan Pengawasan Internal dan  Kantor Akuntan Publik atas permintaan UNS. Kedua tentang sanggahan  jalur  Seleksi Mandiri, pengadaan sanggah UKT tiap tahun dilakukan oleh Universitas. Untuk tahun 2019, UNS tidak lagi menggunakan istilah sanggah UKT, tetapi menggunakan istilah pengajuan keringanan UKT, dengan melibatkan BEM. Besaran UKT di UNS ditentukan dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi mahasiswa/ orangtua mahsiswa/ pihak lain yang membiayai mahasiswa. Ketiga, terkait dengan Uang Kuliah Tunggal (UKT),  Transparansi penggunaan UKT UKT diatur dalam Peraturan Rektor UNS Nomor 14 tahun 2019. Keempat, terkait sarana dan prasarana serta prosedur  birokrasi yang dimiliki.  FISIP UNS  tetap  memperhatikan  masukan yang ada dengan skala perioritas dan  perencanaan  yang telah  ditetapkan sebelumnya, termasuk didalamnya  standarisasi internasional ruang kuliah, penyediaan ruang laktasi, ruang kesehatan, dan Sanitasi Kantin. Terakhir kelima, terkait Mimbar Bebas Akademik, FISIP UNS senantiasa memberikan ruang yang cukup, namun demikian untuk prosesnya setiap sivitas akademik diharapkan melaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku dan tetap mengkomunikasikan dengan pimpinan sesuai dengan bidang yang ada,  agar  apa yang dilakukan dapat terekap dengan baik di fakultas maupun universitas sebagai capaian kinerja FISIP UNS.

Acara ini  dihadiri oleh Dekan dan jajarannya, beberapa Kepala Prodi, Ketua Unit kegiatan mahasiswa atau organisasi mahasiswa (Ormawa), ketua angkatan Program Sarjana (S1) 2016-2019, hingga ketua kelas program studi D3 FISIP UNS. (Maryani FISIP UNS)