Prodi HI FISIP Selenggarakan Bedah Buku “Seri Literasi Media: Dari Hoax hingga Hacking”

Dekan FISIP UNS, Prof Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni,M.Si saat memberikan sambutan

Banyaknya pesan  yang simpang siur, tidak jelas yang sebetulnya terkait kasus corona dan tidak ada hubungannya dengan stok bahan/komidi  di mall semisal  stok barang dan sembako,  gara-gara  karena adanya pesan-pesan hoax yang berseliweran sehingga kemudian bisa mengancam kesatuan bangsa Indonesia, hal ini yang  melatarbelakangi penyelenggaraan   Seminar Bedah Buku “Seri Literasi Media: Dari Hoax hingga Hacking” oleh Prodi Hubungan Internasional FISIP UNS. Hal ini disampaikan oleh Kepala Prodi Hubungan Internasional Drs. Ign. Agung Satyawan, SE, S.I.Kom, M.Si, Ph.D saat menyampaikan kata pengantar di hadapan para peserta bedah buku di Aula FISIP UNS kemarin.

Kaprodi HI Drs. Ign Agung Satyawan ,SE,S.I.Kom, M.Si , Ph.D (baju hijau) saat penerima buku dari penulis Sri Herwindya Baskara,M.SiBedah buku dilaksanakan Jumat 6 Maret 2020 mulai pukul 13.00-15.30 WIB diikuti oleh mahasiswa dan dosen-dosen di FISIP UNS. Hadir sebagai narasumber penulis Buku “Seri Literasi Media: Dari Hoax hingga Hacking”  Sri Herwindya Baskara Wijaya, S.Sos, M.Si dengan pembahas Albert Muhammad Isrun Naini,S.Sos, Ph.D dengan moderator Muhnizar Siagian, M.I.Pol,  lebih dari 100 orang mengikuti jalannya acara.

Hadir pula saat itu, Dekan FISIP UNS Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si yang menyampaikan apresiasi  atas penyelenggaraan bedah buku sebagai salah satu upaya dalam menciptakan iklim akademik  di FISIP UNS. Beliau berharap kedepan terkait dengan beberapa tema yang diangkat dapat mengangkat generasi muda  sebagai pembahas juga. Hal ini  sesuai dengan konsep kampus merdeka dimana orang dapat belajar dari siapa, kapan  dan dimana saja.

Hasil kesimpulan terkait Buku “Seri Literasi Media: Dari Hoax hingga Hacking” baik dari penulis maupun pembahas buku diantaranya adalah  di era global ini, penyebaran informasi mudah sekali terjadi dari satu pihak ke pihak lain. Penyebaran informasi yang kurang tepat atau salah yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab bisa membahayakan banyak pihak yang terlibat. Oleh karenanya ada beberapa hal yang dapat mencegah hal-hal tersebut. Diantara lain adalah meningkatkan kegiatan literasi, mengalihkan  kegiatan membaca berita hoax dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, dan selalu memilah dan memilih jika belum diketahui kebenaran  suatu informasi/berita, harus berusaha meneliti terlebih dahulu, dan tidak asal membagikan informasi atau berita yang masih simpang siur tersebut.  Pesan terakhir dari kegiatan ini adalah “Bijaklah dalam bermedia sosial”. (Maryani FISIP UNS)