FISIP UNS Menyelenggarakan Workshop Pemetaan Mata Kuliah Berbasis Luaran

FISIP UNS Menyelenggarakan Workshop Pemetaan Mata Kuliah Berbasis Luaran

Persiapan akreditasi sembilan standar  harus dipersiapkan  dengan serius oleh semua elemen  sivitas  akademik di UNS dimana indikator penilaiannya sudah berubah dari standar yang bersifat proses penjaminan mutu menuju pada hasil-hasil  luaran  Pendidikan tinggi.  Hal ini memerlukan perubahan mainset  yang dapat menjadi kata kunci dari  indikator akreditasi sembilan  standar tersebut yaitu  luaran bidang pembelajaran dan luaran bidang penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

Pernyataan diatas disampaikan oleh wakil Dekan Bidang Akademik FISIP UNS, Dr. Prahastiwi Utari,M.Si,Ph.D  dalam kegiatan Workshop Pemetaaan  Mata Kuliah  Berbasis  Luaran yang diselenggarakan oleh FISIP UNS pada Selasa, 19 November 2019. Kegiatan workshop diselenggarakan  di UNS inn mulai pukul 09.00-12.30 WIB  dan dihadiri oleh jajaran Dekanat, Kepala Prodi, tim jaminan mutu, pejabat struktural dan perwakilan dosen dengan mata kuliah luaran.

Dalam sambutannya Dekan FISIP UNS menyampaikan bahwa saat ini proses pembelajaran perguruan tinggi mengacu pada luaran. Hal ini sedikit berbeda dengan regulasi sebelumnya yang banyak menekankan tentang outcome/luaran capaian lulusan, dan saat ini  banyak menekankan pada luaran Pendidikan tinggi. Untuk itu mau tidak mau, suka tidak suka  setiap kebijakan yang ada mengacu pada  luaran pembelajaran dan luaran penelitian dan pengabdian masyarakat yang bisa dijadikan acuan mahasiswa dalam pembuatan tugas akhir maupun skripsi untuk mahasiswa di program S1 maupun S2 atau melalui penulisan artikel atau jurnal bersama mahasiswa. Begitupun kegiatan yang dilakukan harus berlandaskan pada perencanaan yang terintegrasi serta  roadmap yang telah ditargetkan sebelumnya. Prof Ismi menambahkan bahwa saat ini setiap  prodi harus sudah mampu membuat kamar kegiatan (K) dan program (P) yang mencakup luaran  unggulan penciri prodi. (Maryani FISIP UNS)

print