FISIP UNS Selenggarakan Seminar Nasional “Media Baru dan Wajah Masyarakat Pasca Revolusi Industri 4.0”

FISIP UNS Selenggarakan Seminar Nasional “Media Baru dan Wajah Masyarakat Pasca Revolusi Industri 4.0”

Dalam laporan lembaga riset McKinsey pada tahun 2015, menjelaskan bahwa dampak revolusi industri 4.0 tiga ribu kali lebih dahsyat dari revolusi industri yang pertama pada abad ke-19. Presiden Joko Widodo pun kemudian meluncurkan Era Revolusi Industri  Indonesia 4.0 sebagai peta jalan dalam memanfaatkan revolusi industri 4.0, sekaligus menjadikannya sebagai agenda nasional pada 2018 silam.

FISIP UNS sebagai salah satu dari  Lembaga Pendidikan tinggi di Indonesia  ingin berkontribusi dalam memberikan beberapa solusi terkait  pemanfaatan media   dan imlikasi dari revolusi industri 4.0 melalui  Seminar Nasional “Media Baru dan Wajah Masyarakat Pasca Revolusi Industri 4.0” yang akan dilangsungkan Sabtu, 16 November 2019  di Hotel Sahid Jaya, dengan mengundang  beberapa pakar di bidang ilmu sosial dan ilmu politik.

Hadir sebagai pembicara utama  Prof. Dr. Widodo Muktiyo selaku Dirjen Informasi Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika. Seminar Nasional ini juga dihadiri berbagai narasumber akademisi dari civitas lintas kampus, yakni Dr. Rulli Nasrullah, M.Si yang merupakan dosen Prodi S2 Komunikasi dan Penyiaran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Aris Arif Mundayat, Ph.D yang merupakan dosen Prodi S2 Sosiologi FISIP UNS, dan  Rino Ardhian N, S.Sos., M.T.I., Ph.D yang merupakan dosen Prodi S2 Administrasi Publik FISIP UNS, dengan moderator Muhnizar,S.IP,M.A.

Menurut ketua penyelenggara sekaligus Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Prahastiwi Utari, Ph.D kegiatan ini bertujuan memberi gambaran bagaimana fenomena perkembangan teknologi mampu memberi efek yang besar bagi kehidupan khususnya masyarakat Indonesia dalam rangka ikut serta berkontribusi mendorong percepatan masyarakat dalam menghadapi tantangan era 4.0. serta memberikan masukan bagaimana teknologi mengubah masyarakan dan media di Indonesia nantinya. (Maryani FISIP UNS)

print