Surakarta Chronicles: Diary of Young Black Man – Silas Emovwodo

Surakarta Chronicles: Diary of Young Black Man – Silas Emovwodo

Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMATERS) bekerjasama dengan International Office UNS menyelenggarakan seminar yang berjudul “Surakarta Chornicles: Diary of Young Black Man”pada Rabu, 30 Mei 2018. Acara ini turut mengundang salah satu mahasiswa asing asal Nigeria penerima beasiswa darmasiswa dan insiator ceritafrika, Silas Emovwodo untuk menjadi pembicara. Acara ini dibawakan oleh Rafal Lipka sebagai moderator dan turut dihadiri oleh beberapa dosen Prodi Hubungan Internasional.

Acara ini dibuka oleh Kepala Prodi Hubungan Internasional, Prof.Dr. Andrik Purwasito DEA. Dalam sambutannya Prof.Andrik menegaskan bahwa ia menyambut dengan sangat baik kegiatan-kegiatan seperti ini dan berharap dapat dilakukan secara rutin kedepannya. Beliau juga turut menghimbau kepada para mahasiswa untuk bisa dengan seksama mengikuti seminar yang dilaksanakan karena kesempatan seperti ini akan sulit untuk ditemukan diluar kampus bahkan beliau juga bercerita bahwa saat ia berada di Perancis dahulu ia tidak dapat mengikuti diskusi seminar maupun kegiatan non-akademik lainnya karena seluruh mahasiswa nya sibuk membaca.

Dalam paparannya  Silas memperkenalkan diri dan menjelaskan sedikit mengenai latar belakangnya. Silas  merupakan salah satu mahasiswa Program Studi Teater di Institut Seni Indonesia Surakarta. Ia menjelaskan mengenai judul dari seminar yang dibawakan mengapa menggunakan kata “Black Man”. Hal ini bertujuan untuk ‘memancing’ orang-orang agar tertarik mengikuti seminar dimana didalam seminar ini Silas akan sedikit membuka wawasan dan menjelaskan mengenai Afrika dan orang-orang berkulit hitam yang menjadi penduduk asli benua tersebut yang tentunya sangat jauh dari stereotype masyarakat awam selama ini. Selain itu Silas melanjutkan dengan memberikan penjelasan dan cerita mengenai agama, festival, budaya dan sumber daya alam yang ada di Nigeria.

Selama acara Silas seringkali menyelipkan pesan-pesan kepada para mahasiswa yang hadir untuk senantiasa menjadi orang baik karena di dunia ini, manusia hanya dibedakan menjadi dua yaitu manusia baik dan jahat tanpa ada faktor pembeda lain seperti agama, warna kulit, bahasa dan lain sebagainya. Hal ini berulang kali disampaikan karena berkaitan dengan fokus bahasan Silas mengenai penghilangan stereotype terhadap kaum kulit hitam atau rasisme karena rasisme yang ada sekarang adalah dikarenakan membeda-bedakan antara manusia satu dengan yang lain berdasarkan warna kulitnya.

Topik yang selanjutnya dibahas adalah mengenai kedekatan Afrika khususnya Nigeria dengan Indonesia. Banyak kesamaan yang dimiliki Indonesia dengan Nigeria antara lain adalah adanya kesamaan semangat melawan kolonialisme yang merupakan hasil dari Konferensi Asia Afrika tahun 1955, kekayaan etnis dan kekayaan alam yang melimpah, tradisi menikah, kepercayaan terhadap agama yang kuat serta bentuk pemerintahan yang memiliki banyak provinsi. Dengan banyaknya kesamaan yang dimiliki ini Silas berharap kedepannya hubungan antara Indonesia dengan Nigeria dan tentunya negara Afrika lainnya semakin membaik dan lebih intens. Acara ini kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab dan foto bersama.

Menurut Meisya Putri, salah satu penanggung jawab kegiatan, acara ini bertujuan untuk membuka wawasan serta bahan pembelajaran bagi semua mahasiswa dari Prodi Hubungan Internasional khususnya terkait demografi, politik, sosial dan budaya khususnya di negara kawasan Afrika. (Maryani FISIP UNS)

print