Asah Kemampuan Menganalisis dan Berorasi Lewat Kelas Debat

Asah Kemampuan Menganalisis dan Berorasi Lewat Kelas Debat

Kelas Debat merupakan salah satu proker divisi diskusi Censor FISIP UNS, pada acara kelas debat yang diselenggarakan pada hari ini, Kamis, 24 Mei 2018 mengusung tema “Polemik Gerakan Radikalisme”. Tema tersebut dipilih sebagai bentuk kepedulian mahasiswa atas maraknya peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini dan diharakan, kedepannya mahasiswa dapat membangun era yang anti gerakan radikalisme. Adapun mosi debat yang diajukan dalam kelas debat kali ini yaitu :(1) Perpu Ormas dihapuskan; (2) Hukuman mati bagi teroris; (3) Sektor ekonomi lebih diutamakan dari sektor pendidikan dalam mencegah radikalisme; (4) Mata kuliah pendidikan agama harus diajarkan pada setiap semester di perguruan tinggi dan (5) UU terorisme perlu direvisi.

Menurut Fikri Nur (Direktur Censor FISIP), kegiatan ini ditujukan untuk internal Censor sehingga pesertanya adalah anggota Censor FISIP UNS itu sendiri. Kegiatan dimulai pada pukul 15.30 yang dipandu oleh dua orang ajudikator yang merupakan mahasiswa Ilmu Administrasi Negara angkatan 2014 yaitu Mahardhika Mulya Adi Pamungkas dan Rizky Nidya Pravitasari dan berakhir pada pukul 17.15 WIB.  Kelas debat dibagi menjadi dua sesi, dimana tiap-tiap sesi dibagi menjadi dua kelompok, yaitu tim pro (affirmative) dan tim kontra (opposition). Masing-masing tim menunjuk 3 orang yang bertugas sebagai first speaker, second speaker, dan third speaker. Pembagian kelompok dilakukan dengan berhitung, adapun penentuan tim pro dan kontra dilakukan dengan suit antar kapten tim. Tujuan diadakannya kelas debat ini adalah meningkatkan potensi anggota Censor FISIP UNS agar berfikir kritis, berani mengungkapkan argumen, dan peka terhadap gejala-gejala sosial yang sedang terjadi di masyarakat. (Maryani FISIP UNS)

print