Peran Pemuda di Era Reformasi dan Agenda Gen-Milineal

Peran Pemuda di Era Reformasi dan Agenda Gen-Milineal

Sejarah reformasi nasional tidak bisa dipisahkan dari reformasi media. Dalam membuat sejarah bukan kalah menang yang menjadi tujuan melainkan  kiprah yang telah  dilakukan. Salah satu keberhasilan sejarah reformasi perjalanan bangsa Indonesia di tahun 1998  adalah aktifitas yang dilakukan berasal dari partisipasi harmonis semua stakeholder yang ada, namun tetap bertujuan untuk kesejahteraan bersama, hal ini disampaikan oleh Dimas Oky Nugraha Ph.D  (salah satu staf ahli kepresidenan bidang pemuda) saat menjadi narasumber dalam diskusi  dengan tema “Reformasi dan Agenda Gen Millineal “yang diselenggarakan oleh salah seorang dosen Prodi Sosiologi FISIP UNS Akhmad Ramdhon, S.Sos, MA di Ruang Seminar FISIP UNS, Kamis, 24 Mei 2018.

Lalu mengapa menyasar pada kelompok anak muda atau pemuda. Di era milineal saat ini, sepak terjang anak muda dalam berbagai bidang hampir tak terbatasi berbeda dengan yang terjadi diera  sebelumnya dimana ada dominasi Negara yang sedikit membatasi masyarakatnya untuk bertindak, berpendapat dan berekspresi. Hal ini ditambah lagi dengan keberadaan sistem teknologi dan informasi yang jauh berkembang pesat saat ini seperti adanya sosial media yang membuat orang bebas berekspresi sesuai dengan pemikiran dan pendapatnya. Walaupun  sebenarnya kebebasan berpendapat tersebut harus dilandaskan pada kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan yang bermanfaat artinya bahwa kebebasan yang ada saat ini merupakan hasil perjuangan dari para pendahulu bangsa Indonesia siapapun mereka.

Dampak persoalan yang akut dan komplek di semua bidang ini  merupakan salah satu akibat bahwa pengalaman dan kearifan yang dilakukan selama ini, lebih cenderung pada  adanya penekanan pembangunan ekonomi dan politik yang meninggalkan aspek human capital (pembangunan manusia) serta aspek penguatan social capital (modal sosial) .

Saat ini para pemuda Indoneisa telah menerima banyak bonus demografi  sehingga dengan  melihat isu-isu yang ada dimayarakat sudah selayaknya para pemuda Indonesia mampu menjadi pemuda yang aktif, kreatif dan inovasi misalnya terkait  isu-isu dibidang  pendidikan, kewirausahaan, dan proyek-proyek  lain yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Bahkan dalam bidang politik sekalipun, para pemuda harus mampu memiliki sikap dapat memilih pemimpin yang benar-benar akan mampu membawa aspirasi pemuda itu sendiri karena kelompok terbesar pemilih adalah pemuda itu sendiri.

Sebagai bahan pemikiran lebih lanjut  Akhmad Ramdhon memberikan penekanan bahwa kalangan pemuda harus mampu menjadi agen perubahan dengan sumber daya yang dimiliki dan saat ini yang terpenting dan diperlukan oleh organisasi apapun yang ada didunia adalah keperluan akan ketersediaan data. Siapapun yang memiliki big data lewat mesin pencari (engine) akan dicari oleh banyak pihak.  Dan ini  dapat menjadi pembelajaran para pemuda terkait lahan publik yang tersedia serta fasilitas yang mewadahi aktifitas para pemuda itu sendiri dalam menyalurkan aspirasi dan ide –idenya kedalam aktifitas positifnya. (Maryani FISIP UNS)

print