#KelasKolaborasi #KampungKota #KotaSolo Program di  Prodi Sosiologi FISIP UNS

#KelasKolaborasi #KampungKota #KotaSolo Program di Prodi Sosiologi FISIP UNS

Sejarah pertumbuhan kampung atau kota beserta semua aktivitas ekonomi, budaya dan segala sesuatu yang berada didalamnya sangat menarik untuk dikaji baik oleh para akademisi maupun non akademisi termasuk oleh Prodi Sosiologi FISIP UNS yang berkolaborasi langsung dengan permasalahan sosial di masyarakat. Untuk memberikan pemahaman semua fenomena di masyarakat tersebut pengampu mata kuliah Sosiologi Perkotaan dan Perubahan Sosial, Ahmad Ramdhon, S.Sos,MA dan Siti Zunariyah, S.Sos, M.Si menyelenggarakan #Kelas Kolaborasi #Kampung Kota #Kota Solo  yang disambung dengan Refleksi Peristiwa Mei 1998 #Merawat Ingatan, yang dilaksanakan Rabu, 9 Mei 2018 di Ruang Seminar FISIP UNS mulai pukul 09.00-12.30 WIB.

Kegiatan merupakan proses pembelajaran yang dilaksanakan secara berkelanjutan yang dimulai dari semester empat hingga semester tujuh yang diaplikasikan dalam proses magang, kuliah lapangan bahkan nanti bisa digunakan sebagai  tugas akhir atau skripsi yang tertuang dalam publikasi maupun event atau kegiatan yang terimplikasi dalam Tri Darma Perguruan Tinggi yang meliputi pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Pada tahap ini semua  mahasiswa diajak belajar menganalisa dan mengembangkan kerangka analisa dari sejarah, teori, konsep dan isu yang berkembang bersama dengan tumbuhnya kampung atau kota secara fisik, sosial maupun budaya.

Dan pembelajaran di matakuliah  sosiologi perkotaan serta perubahan sosial ini membutuhkan orientasi studi pada tugas-tugas lapangan, pengembangan kerangka analisa yang dinamis, kompleks dan multitafsir,  sehingga pengembangan yang dilakukan adalah mengembangan cara belajar berbasis diskusi kelas dengan prosentase yang lebih banyak. Hal ini untuk memberi pengalaman yang banyak dimasing-masing kampung atau kota yang diteliti.

Diawal kegiatan, dipaparkan tiga kampung yang diteliti yaitu Kampung Semanggi, Kampung Sewu dan Pucang Sawit terkait   mengenai kehidupan serta aktivitas masyarakatnya, termasuk lingkungan sosial salah satunya tentang penanggulangan bencana. Sebagaimana diketahui bersama bahwa ketiga daerah tersebut rawan banjir. Setelah adanya program Sibat atau siaga bencana hasil kerjasama masyarakat, akademisi FISIP UNS dan Palang Merah Indonesia apakah terjadi perubahan di masyarakat. Hasil laporan tersebut dari ketiga daerah tersebut disampaikan oleh perwakilan dari masing-masing koordinator ketiga kampung ini.

Ahmad Ramdhon selaku pengampu mata kuliah Sosiologi Perkotaan  sekaligus penggagas kelas kolaborasi , menyampaikan  tujuan pembelajaran yang dilaksanakan yaitu  memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang perspektif sosiologi atas kampong atau kota, tema-tema perkotaan serta mampu mengembangkan kemampuan analisa teoritik dan analisa kasuistik atas kota tersebut. Dengan pendekatan dan strategi pembelajaran secara (1) class discussion dimaksudkan  untuk menanamkan pemahaman dan kemampuan penguasaan materi yang berbentuk perspektif, konsep dan tematik; (2)  Tugas kelompok dimaksudkan  untuk menanamkan kemampuan penguasaan materi berbasis tugas maupun kajian lapangan;  dan (3) Tugas individual yang digunakan  untuk mengevaluasi  pemahaman kuliah pada level individu dan mengukur sejauh mana proses belajar terserap.

Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan refleksi pembelajaran terkait peristiwa Mei 1998 , atau awal perjalanan reformasi Indonesia,  dimana 20 tahun  yang lalu  Indonesia pernah mengalami peristiwa yang bersifat rusuh  dan meluluhlantakan beberapa kota di Indonesia, apa hasil dari semua itu sebagai proses yang harus terjadi waktu itu. Dari banyaknya kerugian yang dialami, ada dampak positif dari peristiwa tersebut dan mahasiswa diajak memahami pembelajaran yang bisa dipetik sebagai  pelajaran, bagaimana peran akademisi, dan para penegak hukum yang pada akhirnya  berbuah  otonomi daerah, dan terselenggaranya  pemilihan  kepala daerah dan pemilihan Presiden secara langsung, platform negara  good governance-nya, serta  makin terbuka media  karena  kebebasan dalam berpendapat. (Maryani FISIP UNS)

print