Melek Teknologi Informasi Kewajiban Generasi Mileneal

Melek Teknologi Informasi Kewajiban Generasi Mileneal

PoliTalk 2018,  atau Pemilu Asik Bersama Generasi Melek Politik  merupakan sebuah acara talkshow yang mengusung tema “Political Engagement di Kalangan Milenial” yaitu topik yang bahan pengawasannya tentang pemuda, media, dan politik.  PoliTalk 2018 sendiri dilaksanakan Sabtu, 5 Mei 2018, pukul 09.00 -11.30 WIB di Ruang Seminar FISIP UNS dan diikuti  oleh para mahasiswa dari dalam maupun luar UNS. Tercatat  ikut hadir dalam acara tersebut mahasiswa dari  Institut Seni Surakarta (ISI), Universitas Slamet Riyadi Surakarta (UNISRI), Universitas Kristen Surakarta (UKS), Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dan STMIK Duta Bangsa.

Narasumber yang ikut menghangatkan acara PoliTalk 2018 adalah  Miftah Sabri (CEO Selasar.com) dan Mochamad Ridha (Ketua DEMA Fisipol UGM 2018)  dengan moderator Saad Fajrul, Mahasiswa Hubungan Internasional UNS Angkatan 2013. Acara Talkshow  Politalk 2018 sendiri diikuti  sekitar 80 mahasiswa  dan  menghasilkan beberapa poin bahasan utama yang  merupakan tiga hal yang saling berhubungan tadi yaitu politik, media, dan teknologi.

Dalam paparan kedua narasumber menyatakan bahwa siapa yang menguasai teknologi, dapat dengan mudah menguasai opini, dan media sosial salah satunya dapat  digunakan sebagai sarana untuk menyetir opini publik terutama pada generasi muda atau biasa disebut generasi  milenial yang dianggap  paling dominan menggunakan sosial media. Media sosial mampu melakukan framing, walaupun tidak  semuanya merupakan  framing itu yang dibutuhkan.

Adapun solusi yang ditawarkan dari kedua narasumber tersebut diantaranya para peserta diharapkan mampu bersosial media secara bijak dengan tetap mengindahkan  peraturan dan norma yang berlaku  sehingga para pengguna media sosial dituntut untuk lebih berhati-hati tertutama yang berkaitan dengan privasi seseorang, kelompok maupun masyarakat.  Khusus pengguna sosial media di era mileneal, para  pemuda dianjurkan untuk selalu belajar dan mengikuti  ragam informasi yang lebih variatif sehingga menjadi pemuda yang kaya akan perspektif dan  dapat menjaga obyektifitas informasi itu sendiri. (Maryani FISIP UNS) (foto : Deskgram Sospolicius)

print