BEDAH BUKU Lanskap : Mosaik Musik dalam Masyarakat

BEDAH BUKU Lanskap : Mosaik Musik dalam Masyarakat

 

Plato berpendapat  “Musik adalah hukum moral. Ini memberi jiwa ke alam semesta, sayap untuk pikiran, terbang ke imajinasi, dan pesona dan keceriaan untuk hidup dan untuk semuanya.” Untuk memberi pembelajaran dan mengasah kemampuan menganalisis fenomena dimasyarakat termasuk termasuk dibidang music, Laboratorium Sosiologi FISIP UNS menyelenggarakan kegiatan Bedah Buku “Lanskap : Mosaik Musik dalam Masyarakat”, Senin , 30 April 2018 pukul 14.00-16.00 WIB di Ruang Seminar FISIP UNS Gedung 1 lantai 2 dengan menghadirkan dua pembicara yaitu Irfan R. Darajat, S. IP. , M.A (Editor buku Lanskap, Peneliti LARAS-Studies of Music in Society, Alumnus Pascasarjana Kajian Budaya dan Media UGM) dan pengulas Gunawan Wibisono, S.Sos (Mahasiswa Pascasarjana Sosiologi UNS). Acara bedah buku tersebut dibuka oleh Kepala Prodi Sosiologi Dr. Ahmad Zuber, DEA yang menyatakan saat ini dunia tidak bisa lepas dari musik dengan berbagai macam genre-nya yang apabila dikaji secara ilmiah akan dapat diperoleh sesuatu yang baru dalam bidang keilmuan termasuk untuk mahasiswa sosiologi khususnya.

Lanskap merupakan terbitan kedua seri kumpulan tulisan ‘Mosaik Musik dalam Masyarakat’. Melalui penelitian, buku ini mengupas fenomena musik yang sering kali luput dan tidak dibicarakan. Dalam ulasannya Gunawan Wibisono menyampaikan tentang Menulis Musik, Merengkuh Ilmu Pengetahuan  dimana dia menyoroti tentang masih kecilnya gairah menulis musik di jagat akademik, khususnya di Indonesia.  Pengarsipan teks musik rata-rata masih pada wilayah jurnalisme, belum ke ranah keilmuan. Lantas pertanyaannya kemudian, di mana peran peneliti-peneliti Indonesia? Sepertinya buku ini telah ‘berani’ memberi jawaban. Menurut Gunawan, buku ini, secara tidak langsung, telah memantik siapapun yang tertarik dalam kepenulisan musik untuk menggali pengetahuan dan nilai-nilai intelektual yang terkandung di dalamnya. Entah itu sebuah fenomena musikal, isu-isu kontemporer, atau karya musik itu sendiri. Musik sebagai titik kecil yang berada pada ranah kebudayaan telah berhasil menjadi subyek keilmuan tertentu. Lebih jauh Beliau  menambahkan sebagai harapan sekaligus tantangan ke depan agar kedepan akan lahir peneliti-peneliti Indonesia yang menyoal kebudayaan populer sebagai subyek keilmuan yang dipandang dari berbagai disiplin ilmu.

Sebagai seorang Editor  Irfan R. Darajat menyatakan bahwa  ‘Lanskap: Mosaik Musik dalam Masyarakat’ merupakan bunga rampai berisi delapan esai tentang musik yang beririsan dengan masyarakat yang dikaji dari perspektif sosiologis, antropologis, fenomenologis, ekonomi, hingga politik. Ini merupakan seri publikasi kedua yang diterbitkan oleh Yayasan Kajian Musik LARAS−sebuah perkumpulan yang beranggotkan seniman cum akademikus di kota Yogyakarta. Sekilas buku ini terlihat seperti jurnal ilmiah yang ketat pada kaidah teori dan metode namun  dikemas dalam wajah dan penulisan popular dengan tema yang beragam. Mulai dari yang adiluhung, kontemporer hingga hal-hal yang jarang mendapat sorotan. ‘Ruang’ menjadi tema utama dalam buku setebal 172 halaman ini. Tentunya bukan ruang secara fisik, tetapi ruang yang dimaknai secara sosial kultural.  (Maryani FISIP UNS)

print