APJIKI Gelar Workshop Tata Kelola Jurnal Ilmiah Guna Percepat Status Terakreditasi Jurnal

APJIKI Gelar Workshop Tata Kelola Jurnal Ilmiah Guna Percepat Status Terakreditasi Jurnal

 

 

Lebih dari Tiga puluh lima peserta dari berbagai perguruan tinggi penyelenggara jurnal program studi ilmu komunikasi di Indonesia mengikuti kegiatan Workshop Tata Kelola Jurnal Ilmu Komunikasi yang dilangsungkan di Ruang Seminar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta, Kamis, 5 April 2018 mulai pukul 08.00-16.00 WIB.

Acara yang diprakarsai oleh Asosiasi Pengelola Jurnal Ilmu Komunikasi Indonesia (APJIKI) merupakan gelaran yang ketiga setelah sebelumnya diselenggarakan di  Universitas Pancasila, Jakarta dan Universitas Telkom, Bandung. Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut : Dr. Puji Lestari, M.Si. (Editor in Chief Jurnal Komunikasi ASPIKOM), Rama Kertamukti, M.Sn (Editor in Chief Jurnal Profetik UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) dan Dr. Hanny Hafiar, M.Si. (Editor in Chief Jurnal Kajian Komunikasi FIKOM Universitas Padjajaran Bandung) dan moderator Rustono Farady Marta, M.Si dari Universitas Bunda Mulia (UBM) Jakarta,

Workshop Tata Kelola Jurnal Ilmu Komunikasi sendiri dibuka oleh Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi Sri Hartjarjo, S,Sos, Ph.D bertujuan untuk  meningkatkan wawasan tentang manajemen pengelolaan jurnal ilmiah di perguruan tinggi terkhusus bagi penyelenggara Program Studi Ilmu Komunikasi di Indonesia  lebih  mapan dan profesional.

baca pula : APJIKI Gelar Workshop Tata Kelola Jurnal Ilmiah

Sebagai pemapar pertama, Dr. Puji Lestari menyampaikan tentang teknis  penulisan artikel ilmiah dan manajemen publikasi. Menurutnya, pengelola jurnal ilmiah di perguruan tinggi harus fokus dalam mengelola jurnalnya. Tanpa fokus bekerja mengelola jurnalnya, sambungnya, maka tidak mudah membawa jurnalnya itu menuju lebih baik seperti terakreditasi internasional atau nasional. Setelah fokus, baru kemudian berupaya menetapkan panduan menulis artikel secara jelas dan konsisten mulai dari judul, abstrak, pendahuluan, metode, hasil, diskusi dan pembahasan, referensi, tabel dan gambar dan ucapan terima kasih.

Sesi selanjutkan diisi oleh Rama Kertamukti, M.Sn yang banyak mengulas tentang beberapa persoalan tata kelola publikasi jurnal ilmiah menuju indeksisasi DOAJ. Dikatakannya, indeksisasi DOAJ sangat penting bagi peningkatan reputasi jurnal ilmiah perguruan tinggi. Dan untuk menuju indeks DOAJ, para  pengelola jurnal diharuskan dapat memenuhi semua alur persyaratan teknis maupun nonteknis yang ditetapkan. Salah satunya melalui kegiatan saling mensitasi beberapa jurnal dari para  anggota APJIKI khususnya. Selain itu Rama selaku Editor in Chief Jurnal Profetik UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta juga mendorong para pengelola jurnal khususnya yang tergabung dalam APJIKI agar memproses jurnalnya menuju indeksisasi DOAJ bagi yang belum terindeks.

Disisi lainnya, Dr. Hanny Hafiar, M.Si menyampaikan pandangannya berkisar akreditasi Dikti termin Agustus 2017. Menurutnya para pengelola jurnal mesti memperhatikan syarat-syarat sebuah jurnal ilmiah bisa diakreditasi Dikti, diantaranya memperhatikan soal status Online Journal System (OJS), berbasis teknik sitasi dengan aplikasi, editor yang diutamakan pernah terindeks Scopus.  Semua ini bermuara pada penilaian. Semakin tinggi poin nilai yang diberikan Dikti, maka jurnal terkait semakin berpotensi berstatus terakreditasi.

Dan soal kiat mengelola jurnal, Editor in Chief Jurnal ISKI, Dr. Rajab Ritonga, MSi. pada lokakarya itu menyampaikan pengalamannya mengelola Jurnal ISKI. Menurutnya, perlu strategi khusus agar status akreditasi nasional oleh Dikti bisa segera tercapai. Misalnya, sebut dia, memanfaatkan proseding dari kanal Call for Paper untuk membantu mengakselerasi capaian sitasi jurnal dan belajar dari pengalaman dan model jurnal-jurnal lain yang telah terakreditasi untuk diterapkan sesuai kondisi jurnal yang dikelola. (Maryani FISIP UNS)

print