HIMASOS FISIP UNS Selenggarakan Kuliah Pakar: “Laki-laki Baru : Tolak Kekerasan Terhadap Perempuan”

HIMASOS FISIP UNS Selenggarakan Kuliah Pakar: “Laki-laki Baru : Tolak Kekerasan Terhadap Perempuan”

Setiap tanggal 8 Maret  dirayakan sebagai hariI perempuan internasional. Perayaan ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi perempuan di seluruh dunia dalam berbagai bidang. Namun demikian isu-isu terkait masalah perempuan masih saja dijumpai salah satunya terkait kekerasan pada wanita.

Sebagai salah satu aksi nyata, himpunan mahasiswa sosiologi yang tergabung dalam HIMASOS FISIP UNS  menyelenggarakan Kuliah Pakar dengan tema “Laki-laki Baru : Perspektif Terkini Tolak Kekerasan Terhadap Perempuan” yang diselenggarakan Rabu, 14 Maret 2018, di Ruang Seminar FISIP UNS mulai pukul 13.00-15.30 WIB  dengan menghadirkan narasumber Dr. Argyo Demartoto, M.Si (Dosen Sosiologi FISIP UNS) dan Saeroni, S.Ag, M.H (Rifka Annisa Women’s Crisis Center) Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti lebih dari 110 mahasiswa dari UNS dari berbagai fakultas dan program studinya.

Kuliah pakar ini  merupakan bagian dari program kerja HIMASOS FISIP UNS tahun 2018 dan bertujuan untuk melakukan pembahasan dan pengkajian mengenai isu yang kini sedang marak terjadi yakni kekerasan terhadap perempuan, serta  mengkaji tentang sebuah gerakan baru yang disebut dengan Laki-laki Baru, yaitu  sebuah gerakan yang ingin mengajak laki-laki untuk terlibat aktif dalam upaya penghentian kekerasan terhadap perempuan.

Dalam paparannya Saeroni, sebagai salah satu aktivis Rifka Annisa Women’s Crisis Center Yogyakarta menyampaikan beberapa hal terkait  apa itu  kekerasan terhadap perempuan, bagaimana bentuk-bentuk kekerasan  yang terjadi pada  perempuan, fakta-fakta terkait  kasus kekerasan terhadap perempuan, pentingnya melakukan gerakan melawan kekerasan terhadap perempuan,  dan apa itu yang dimaksud dengan   gerakan Laki-laki Baru.

Menurut Dewi salah seorang panitia menyebutkan, dengan beberapa pemahaman yang nanti diperoleh dari kuliah pakar ini para peserta kuliah pakar memiliki pengetahuan dan pemahaman terkait tema yang diangkat serta mampu berperan langsung baik untuk dirinya sendiri maupun masyarakat secara luas  akan pentingya kesadaran bersama tentang  penanggulangan dan solusi terhadap  kekerasan yang mungkin terjadi pada perempuan maupun masyarakat lainnya. Karena  beberapa kampanye online dan aksi-aksi publik, diskusi dan konseling yang ditargetkan pada laki-laki yang telah dilakukan selama ini nantinya diharapkan dapat berdampak pada pengurangan  kesalahpahaman tentang konsep  maskulinitas selama ini, dimana seharusnya  laki-laki adalah partner bersama bagi wanita dalam berbagai aspek kehidupan ini. (Maryani FISIP UNS)

print