Tren PR “Jaman Now” diulas  Dalam Seminar Prodi  D3 Komter FISIP UNS

Tren PR “Jaman Now” diulas Dalam Seminar Prodi D3 Komter FISIP UNS

Program Studi D3 Komunikasi Terapan, Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan Perhumas Muda Surakarta menyelenggarakan seminar dengan tema Tren PR “Jaman Now”, Selasa 12 Desember 2017 pukul 09.00-12.00 WIB. Dalam acara ini mengundang Managing Director of IMOGEN PR Jakarta Suharjo ‘Jojo’ Nugroho sebagai pembicara. Acara berlangsung di Aula FISIP UNS dan  diikuti oleh lebih dari 200 mahasiswa, para dosen dan praktisi public relations di Surakarta dari berbagai perguruan tinggi.  Kegiatan ini sekaligus  melantik Mukhsin salah satu mahasiswa dari Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNS sebagai Ketua dan  pengurus baru Perhumas Muda Surakarta yang sempat vakum sejak tahun 2015.

Dalam sambutannya sebagai Ketua baru Perhumas Muda Surakarta, Mukhsin menyampaikan bahwa organisasi ini dapat menjadi  wadah bagi mahasiswa yang tertarik di dunia public relations untuk mengembangkan kemampuan dan pengetahuannya dalam bidang kehumasan. Ia menambahkan bahwa penting bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan softskill melalui organisasi-organisasi kehumasan seperti  Perhumas Muda Surakarta yang mempunya tiga bidang, yaitu Bidang Kepelatihan dan Keanggotaan, Hubungan Lembaga dan Media, serta Publikasi dan Desain.

Sedangkan Suharjo ‘Jojo’ Nugroho selaku narasumber  menyatakan bahwa Seminar Tren PR “Jaman Now” sekaligus digunakan sebagai  sosialisasi  program dari APPRI, berupa roadshow ke kampus-kampus besar di Yogyakarta dan Solo yang memiliki jurusan Ilmu Komunikasi agar terjalin  silaturrahmi dengan akademisi untuk memberikan pemahaman kepada instansi, dosen-dosen,  mahasiswa dan para praktisi  mengenai dunia praktisi PR dan tren PR zaman now.  Dalam paparannya Jojo menyampaikan beberapa keahlian yang harus dimiliki oleh seorang public relations yaitu (1) seorang PR jaman now harus bisa beradaptasi dengan teknologi dan memanfaatkan social listening (hoax buster dan situs fastcheck) untuk menahan penyebaran hoax atau fake news; (2) Media konvensional masih memegang  peran penting dalam pembentukan  opini dan PR jaman now harus melakukan kontranarasi yang kredibel terhadap hoax/opini yang menyesatkan; (3)  PR jaman now harus memiliki kemampuan beradaptasi dan membuat digital story telling dengan berbagai platform social media; (3) PR jaman now harus memiliki communication skill, writing skill, global mindset dan creativity. Untuk para mahasiswa Beliau berpesan  untuk menjadi PR jaman now IPK besar belum cukup, karena diera disrupsi informasi, harus mempunyai tingkat adaptasi yang tinggi.

Bagi Instansi seperti FISIP UNS dengan penyelenggaraan seminar ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih terkait kurikulum yang harus  selalu disesuaikan dengan perkembangan digital PR,sehingga para lulusannya jauh lebih siap bekerja di era milenial karena FISIP UNS memiliki program studi terkait bidang ke PR- an ini sendiri. Maryani FISIP UNS)

print