Dengan AUN QA, FISIP UNS Persiapan Diri Jadi Fakultas Bersertifikasi Internasional

Sebagai  upaya meningkatkan reputasi global ke jenjang internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret (FISIP UNS) melangkah maju untuk   menghadapi segala  problematika pendidikan tinggi di Indonesia  dengan cara memperluas jaringan kelembagaan untuk mewujudkan visi dan misi lembaga  salah satunya melalui  standar sertifikasi  internasional yang ada saat ini yaitu Asean University Network Quality Assurance atau biasa disingkat AUN-QA.

AUN-QA sendiri merupakan sebuah organisasi jejaring universitas di Asean yang mempunyai tujuan utama untuk memperkuat dan memperluas kerjasama di bidang pendidikan tinggi diantara Negara-negara  Asean. Salah satu kegiatan AUN QA adalah melakukan penjaminan mutu program studi yang menjadi anggota AUN, melakukan pemantauan kualitas secara sistematis, terstruktur, dan berkesinambungan agar dapat  mempertahankan dan meningkatkan kualitas  terhadap anggota-anggotanya.

AUN QA  sendiri merupakan sebuah assessment, dan bukan akreditasi karena akreditasi merupakan bagian dari QA,  Penilaian dilakukan secara mandiri (self assessment) dengan melakukan penulisan SAR (Self-Assesment Report). Proses ini diikuti dengan konfirmasi kelengkapan dokumen dan menentukan Action For Improvement terhadap hasil SAR. Setelah itu baru akan dilakukan proses visitasi oleh tim reviewer dari anggota AUN yang berasal dari negara ASEAN lainnya untuk memberikan masukan terhadap self assessment yang telah dilakukan.

Standar penilaian AUN-QA ada 15 kriteria yang meliputi expected learning outcome, programme specification, programme structure and content, teaching and learning strategy, student assessment, academic staff quality, support staff quality, students quality, student advice and support, facilities and infrastructure, quality assurance of teaching learning process, staff development activities, stakeholders feedback, output, stakeholders satisfaction.

Bagi FISIP UNS AUN QA bukan merupakan tujuan akhir melainkan proses yang terus berjalan dan dilaksanakan  agar dapat melangkah dan berkarya dalam  memperbaiki standar mutu sesuai kriteria pendidikan tinggi.  Sebagai bahan pertimbangan dan pembelajaran yang lebih ini FISIP UNS melaksanakan kunjungan kerja ke FISIP Universitas Airlangga Surabaya atau biasa disingkat FISIP UNAIR Surabaya, Senin, 4 Desember 2017  yang telah mendapatkan pengakuan AUN QA terutama di Prodi Ilmu Komunikasi. Kunjungan kerja ini diikuti oleh Pimpinan Fakultas dan Program Studi, Tim Jaminan Mutu dan beberapa tenaga kependidikan. Rombongan dari FISIP UNS disambut oleh Wakil Dekan I, Prof.Dr. Drs. Budi Prasetyo, M.Si, Wakil Dekan II Dr. Dra. Tuti Budirahayu, M.Si, Wakil Dekan III Dra. Myrtati Dyah Artaria, Ph.D dan tim AUN QA  FISIP UNAIR Dr. Yayan Sakti Suryandaru, S.Sos., M.Si.

Dalam sambutannya Dekan FISIP UNS, Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti  Nurhaeni, M.Si menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan serta program kerjasama yang mungkin dapat dijajaki terkait program pembelajaran salah satunya terkait pemahaman tentang tuntutan dalam peningkatan pendidikan di perguruan tinggi menuju perguruan tinggi berstandar internasional. Beliau menyampaikan bahwa Prodi Ilmu Komunikasi dan Prodi Administrasi Publik FISIP UNS sudah terakreditasi A sehingga sudah layak masuk dalam akreditasi atau tersertifikasi internasional dan kedepan diharapkan akan disusul oleh program studi  lain di FISIP UNS ini.

Dalam paparannya Dr. Yayan Sakti Suryandaru menyampaikan bila ingin disertifikasi AUN-QA, mulailah merancangnya dari sekarang secara lebih sistematis, lebih matang sehingga bisa diproses lebih baik karena proses penilaian dilakukan minimal 6  sampai 12 bulan kegiatan pembelajaran. Saat ini Prodi Ilmu Komunikasi UNAIR mendapatkan score 407. Banyak hal didiskusikan dalam kunjungan kerja tersebut seperti dalam pertanyaan apa yang diberikan oleh tim asesor, terkait  mahasiswa, kualitas pembelajaran, profil dosennya dan stakeholder lainnya, para alumni dan pengguna alumni,  apa yang spesifik jika dibandingkan dengan prodi lain, bagaimana  struktur program dan content kurikulum yang dijalankan, fasilitas, sarana prasarana, dan fasilitas Keselamatan kerja yang kesemuanya akan betul-betul dicek oleh para asesor nantinya saat visitasi.  (Maryani FISIP UNS)

print

Share This: