Diskusi Musikalisasi Kota dan Peluncuran Majalah VISI Edisi 34

Narasumber Danang Rusdiyanto saat memaparkan materinya tentang musikalisasi Kota di Ruang seminar FISIP UNS, Senin, 13 November 2017

Musik merupakan salah satu kebudayaan manusia.  Beberapa orang beranggapan tanpa musik dunia menjadi sepi, bagai sayur tanpa garam dan lain sebagainya. Musik menurut Wikipedia  disebutkan sebagai  suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan terutama dari suara yang dihasilkan dari alat-alat yang dapat menghasilkan irama tersebut. Dengan bermusik seseorang dapat merasakan sesuatu yang berbeda karena musik dapat mewakili perasaan seseorang tanpa melihat siapa, apa dan dimana karena musik merupakan bahasa universal manusia.

Kota Solo atau Surakarta merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang banyak bersinggungan dengan perkembangan musik itu sendiri. Di Solo,  terkenal dengan musik  dengan alunan yang lemah lembut seperti langgam, campursari,  dan keroncong ternyata juga memiliki sisi lain dalam bermusiknya seperti alunan  musik yang sedikit cadas akibat adanya arus globalisasi saat ini.

Ketua Panitia, Irma Sentika saat menyampaikan laporan terkait pelaksanaan diskusi dan peluncuran Majalah Visi Edisi ke 34

Berkaca dari beberapa latar belakang diatas LPM Visi FISIP UNS  sebagai salah satu unit kegiatan mahasiswa yang kompeten di bidang pers kampus, menggelar  acara diskusi yang dibarengkan dengan peluncuran majalah cetak Visi edisi 34, yang dilaksanakan Senin, 13 November 2017, pukul : 14.00 – 17.00 WIB di Ruang Seminar FISIP UNS dengan tema Musikalisasi kota dan menghadirkan pembicara Danang Rusdiyanto seorang pengamat musik dan pengelola studio rekaman Lokananta Surakarta.

Menurut Ratna salah seorang  panitia menyampaikan dengan diskusi tentang musikalisasi kota ini para peserta diskusi akan diajak berpikir dan memahami beberapa persoalan terkait perkembanga musik di Kota Solo, mengetahui bagaimana musik selama ini telah dimanfaatkan sebagai media untuk berkomunikasi dan bercerita, rekaman kota Solo lewat alunan nada serta melihat identitas musik kota Solo ditengah hiruk pikuk tren musik yang ada selama ini.  (Maryani FISIP UNS)

print

Share This: