Seminar Nasional “Kebhinekaan” Anafora HIMAGARA FISIP UNS 2017

Kebhinekaan Indonesia merupakan suatu kekayaan yang tidak ternilai harganya, namun dibalik kekayaan tersebut, tersimpan suatu bahaya yang disebabkan oleh perbedaan latar belakang.  Hal ini bisa jadi karena Indonesia kaya akan suku, agama, ras dan budaya sehingga berpotensi terhadap timbulnya gerakan pemecah belah akibat ulah beberapa oknum yang kurang bertanggung jawab. Akhir-akhir ini sering kali terdengar keberagaman konflik yang terjadi atas nama suku, agama, ras atau antar golongan tertentu. Hiruk pikuk politik, perebutan kekuasaan, ketimpangan ekonomi, dan beragam masalah sosial kemasyarakatan serta budaya cukup berkontribusi terhadap munculnya konflik-konflik. Oleh karena itu, perlu adanya usaha komunikasi dan toleransi antar kelompok yang pada dasarnya membutuhkan keberanian untuk dapat melewati batas-batas nyaman kelompok tersebut dan mulai menyatukan perbedaan. Dengan komunikasi yang baik, maka dapat terbentuk kesatuan.

Untuk menjembatani beberapa potensi konflik yang mungkin terjadi ini  HIMAGARA FISIP UNS akan menyelenggarakan Seminar nasional dengan tema “Kebhinekaan, Harmoni Keragaman Indonesia” yang akan dilaksanakan Sabtu, 4 November 2017,  Pukul 07.00 – 13.30 WIB di Auditorium UNS dengan narasumber Sujiwo Tejo (Budayawan dan Seniman Indonesia), Sumartono Hadinoto (Wakil Ketua PMS Surakarta),  Prof. Dr. Warto, MH (Wakil Dekan FIB UNS) dan Denny Sumargo seorang entertainer Indonesia.

Baca Juga Agenda Anafora 2017 

Menurut Ketua penyelenggara Alfuat Pitranu, berbicara mengenai kebhinnekaan tentunya merupakan ciri khas Indonesia sesuai dengan semboyan yang dipegangnya, yaitu Bhinneka Tunggal Ika sebagai perekat bangsa. Konsep ini yang mengantarkan panitia dari Anafora  untuk menyelenggarakan acara Seminar Nasional Kebhinekaan yang  dianggap sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan kepada civitas akademika dan khalayak umum yaitu menumbuhkan kembali semangat persatuan dan kesatuan dalam jiwa seluruh kalangan bangsa Indonesia yang menginginkan hidup dalam kedamaian dan kerukunan meskipun dalam lingkungan terdapat banyak perbedaan. (Maryani FISIP UNS)

print

Share This: