Butuh Prosedur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, HMD selenggarakan Audiensi

Beasiswa merupakan  pemberian berupa bantuan keuangan yang diberikan kepada perorangan yang bertujuan untuk digunakan demi keberlangsungan pendidikan yang ditempuh. Beasiswa dapat diberikan oleh lembaga pemerintah, perusahaan ataupun yayasan. Pemberian beasiswa dapat dikategorikan pada pemberian cuma-cuma ataupun pemberian dengan ikatan kerja (biasa disebut ikatan dinas) setelah selesainya pendidikan.(Wikipedia). Beasiswa sangat bermanfaat terutama untuk menghindarkan kemungkinan beberapa pelajar atau  mahasiswa mengundurkan diri dari proses studinya salah satunya lewat pemberian bantuan biaya pendidikan atau beasiswa ini. Minimnya beasiswa yang ditujukan kepada beberapa mahasiswa di Prodi Diploma FISIP UNS mendorong Himpunan Mahasiswa Diploma atau HMD FISIP UNS menyelenggarakan bentuk audiensi  dengan tema “Ngosngosan Miklat “(Ngobrol-Ngobrol Santai Minum Coklat) Bareng Bagian Kemahasiswaan dan Akademik Bareng” yang dilaksanakan Kamis, 12 Oktober 2017 pukul 08.30-13.00 WIB di Ruang Seminar FISIP UNS dengan narasumber Kepala Sub Bagian Akademik Aris Surjanto, S.Sos dan Kepala Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni Eko Hasto  Nugroho, S.E, M.Si.

Menurut Dihans Zainal Abidin selaku ketua penyelenggara menyebutkan acara ini bertujuan untuk menjembatani mahasiswa dan sub bagian terkait tentang  beberapa prosedur terkait kemahasiswaan dan akademik yang ada di FISIP UNS. Minimnya pengetahuan dan pemahaman tentang beasiswa yang ditujukan terutama untuk  mahasiswa program Diploma III menjadi salah satu alasan penyelenggaraan audiensi ini.  Selain itu beberapa  mahasiswa memerlukan informasi  tentang prosedur keringanan uang kuliah tunggal (UKT), tata cara pengambilan mata kuliah dan  capaian SKS untuk menyelesaikan program Diploma di FISIP UNS ini. Dengan Audiensi ini diharapkan semua mahasiswa program diploma dapat memahami kewajiban serta haknya terkait studi selama di FISIP UNS nantinya.

Eko Hasto, selaku Kepala sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni menyampaikan bahwa keberhasilan dari bantuan beasiswa kepada mahasiswa bukan diukur dari terserapnya dana yang telah dialokasikan, melainkan dilihat dari tercapainya bantuan pembiayaan studi itu bagi mahasiswa yang betul-betul memerlukan yang pada gilirannya dapat memberi manfaat misalnya terkait  prestasi akademik yang terus meningkat. Sekalipun usaha ini belum dapat menjangkau setiap mahasiswa, tetapi diharapkan dapat memperkecil angka kegagalan studi dengan alasan ekonomi dan untuk memperoleh beasiswa  ini, setiap mahasiswa harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Beliau juga menyampaikan bahwa diluar beasiswa dari kampus masih terbuka lebar kesempatan bagi semua mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa dari instansi di luar UNS ini. (Maryani FISIP UNS)

print

Share This: