Bijak dalam Bermedia Sosial Ala Mahafisippa

Media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat saat ini. Tidak hanya milik sebagaian usia,  media sosial telah  merambah hampir disemua usia terlebih para pemuda termasuk diantaranya para mahasiswa,  keberadaannya bak jamur di musim hujan dimanfaatkan bukan hanya sebagai pengekspresian diri melainkan berkembang kebidang usaha lain yang menjanjikan. Dilihat dari sisi kepraktisan dan fasilitas yang ditawarkannya  menjadi  daya tarik yang luar biasa, bukan hanya sebagai sarana komunikasi dan berbagi informasi saja melainkan sedikit menggeser tatanan bahkan batasan interaksi sosial dan etika sosial di masyarakat selama ini.

Sebagai upaya memberikan pembelajaran dan pengetahuan terkait penggunaan media social yang sehat dan bermanfaat serta menyenangkan, Mahafisippa (mahasiswa FISIP Pecinta Alam) UNS menggelar Seminar Nasional Jurnalistik dan Media Sosial bertajuk Hyperactive, I am Creative and Ready to Action   Rabu 4 Oktober 2017 di  Ruang Seminar FISIP UNS, dan  menghadirkan tiga pembicara yaitu Agnes Artha Ariadina (freelance journalist dan penulis buku Bedah Rumah Orang Beken), Bram Selo Agung Mardika (pewarta foto “Tempo”), dan Anton Chandra (Ketua Skygrapher Indonesia  dan founder Id Traveler), dan  dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai fakultas di UNS.

Menurut Ketua Seminar Jurnalistik dan Media Sosial, Santia Dian Karista disela pelaksanaan seminar yang berlangsung, kegiatan seminar  Hyperactive ini bertujuan mengenalkan dan memberikan wawasan bagi mahasiswa tentang ilmu jurnalistik karena dunia  jurnalistik terutama penggunaan media sosial  yang beragam sangat digandrungi kawula  muda serta  realisasi program kerja Mahafisippa di bidang akademik diluar kegiatan alam bebas yang selama ini ada, dalam rangkaian open house mahafisippa  selain kegiatan donor darah yang telah terlenggara  dan  river tubing yang akan dilangsungkan akhir Oktober 2017 ini.

Dalam paparannya Agnes Artha Ariadina menyampaikan penggunaan media sosial sangat ini sangat luarbiasa setiap orang dapat menyadi sumber informasi, hanya saja sebagai  seorang jurnalis bukan hanya sekedar menyampaikan informasi saja tetapi apa nilai berita yang akan  disampaikan kepada para pembacanya. Ada pesan khusus yang  akan disampaikan oleh seorang jurnalis, mereka akan mencari dan menggali dari sisi yang berbeda dari kebanyakan orang.

Sedangkan Anton Chandra menekankan bahwa dunia fotografi memerlukan suatu proses tidak bisa dilakukan secara instan. Dia telah berjuang lama hingga hasil karya foto jurnalistiknya dapat diakui secara luas oleh masyarakat salah satunya melalui penggunaan media sosial yang dimilikinya saat ini. Dia juga berpesan untuk menghindari penggunaan media sosial sebagai postingan berbau SARA karena tidak akan bertahan lama, saat ini Beliau banyak menekuni tentang  dunia fotografi yang terkait erat dengan pesona keindahan alam Indonesia  dengan SkyGraphernya. (Maryani FISIP UNS)

 

print

Share This: