FISIP UNS Gelar The 4th International Conference on Social and Political Sciences (ICoSaPS) 2017

Dalam upaya memberi masukan sekaligus solusi terhadap tingginya pergerakan sosial dan politik di era Informasi  yang terjadi saat ini, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret ( (FISIP UNS) Surakarta  menggelar konferensi internasional bertajuk The 4th International Conference on Social and Political Sciences (ICoSaPS) 2017: Social and Political Movements in Information Society Era yang dilaksanakan Selasa-Rabu,  5-6 September 2017.   Event ini merupakan forum untuk mendiskusikan masalah terkait dengan dampak atas era informasi yang berkembang di masyarakat dalam bidang sosial dan politik. Berlokasi di Hotel Best Western Premier Solo Baru, FISIP UNS bekerjasama dengan Burapha University Thailand dan mengundang pembicara yang berasal dari dalam dan luar negeri, yakni Dr. Ritthikorn Siriprasertchok dan Dr. Natthaweeranuch Thongmee dari Burapha University Thailand, Assoc. Prof. Dr. Normah Mustaffa dari The National University Malaysia, Dr. Stephen Miller dari University of New South Wales Canberra Australia, Dr. Erwan Agus Purwanto dari Universitas Gajah Mada, dan Prof. Dr. Andrik Purwasito, DEA dari Universitas Sebelas Maret.

Chairperson konferensi internasional ini, Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si. menyampaikan bahwa tahun ini ICoSaPS 2017 bekerja sama dengan SCITEPRESS Publisher, sebuah penerbit internasional yang mempunyai kompetensi untuk mempublikasikan luaran konferensi ini ke dalam database Scopus. Tahun ini, ada 50 paper yang telah lolos seleksi dari 136 abstrak yang masuk ke panitia. Selain dari dalam negeri, peserta dari China dan Australia juga ikut berpartisipasi dalam konferensi ini.

Konferensi internasional ini dibuka oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S. Dalam sambutannya Prof Ravik menyampaikan ada beberapa problem yang perlu dipecahkan oleh para akademisi di sini terkait persoalan kesehatan,  lingkungan, budaya dan sebagainya  termasuk didalamnya permasalahan sosial dan politik di era transformasi sosial dan informasi akibat adanya hubungan secara global dengan dunia luar.  Beliau menyampaikan  setidaknya ada 2 opini  perkembangan arus informasi  masif, yang pertama terkait informasi dan transformasi yang berhubungan dengan  mobilitas perkembangan arus informasi dan transformasi budaya,  sosial dan politik di Indonesia yang telah mempengaruhi wawasan kebangsaan. Pengaruh ini bila tidak dikelola dengan baik akan dapat menimbulkan krisis kebangsaan bangsa Indonesia. Kedua ada beberapa kejadian yang berhubungan dengan  adanya perbedaan dimasyarakat  yang seharusnya merupakan kekayaan atas kebhinekaan Indonesia misalnya terkait dengan persoalan pemilihan kepala daerah,disuatu wilayah. Permasalahan lain juga dapat dilihat terkait masih diperdebatkannya Pancasila sebagai dasar negara,  padahal disisi lain rakyat dan bangsa Indonesia sudah berkomitmen dengan Pancasila dan NKRI harga mati sehingga diperlukan kecerdasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam mengamankan NKRI. Untuk itu beliau berharap semoga dengan konferensi internasional yg dilaksanakan ini dapat menjadi solusi terhadap permasalahan pergerakan sosial dan berpolitik bangsa Indonesia saat ini. (Maryani FISIP UNS)

print

Share This: