Pelatihan Indexing Database untuk Icosaps 2017

Jumat, 16 Juni 2017 telah dilaksanakan pelatihan indexing database bereputasi untuk Icosaps 2017 dengan narasumber Dr. Ade Gafar Abdullah, M.Si dari Universitas Pendidikan Indonesia  (UPI) Jakarta di Salaview Hotel. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai pembekalan panitia dalam meningkatkan jumlah publikasi ilmiah internasional yang akan dilaksanakan oleh FISIP UNS melalui  International Conference on Social and Political Sciences (Icosaps) 2017 khususnya menuju jurnal dan atau  prosiding terindeks scopus/thomson reuters. Karena  bagi dosen dan mahasiswa FISIP UNS khususnya, harapan akan tercapainya publikasi bagi kalangan akademisi yang saat ini sudah menjadi suatu  keharusan dimana penggunaan mesin penindeks seperti scopus dan thomson reuters menjadi salah satu tolok ukur bagi keberhasilan suatu publikasi agar dapat  ditemukan oleh akademisi lain atau tidak.

Dalam awal paparannya Dr. Ade menyampaikan perbedaan antara conference dan journal paper, dimana conference  cenderung merupakan tulisan pendek ilmiah dan hanya berisi bagian yg paling menarik dari hasil penelitian, sedangkan jurnal paper cenderung merupakan tulisan ilmiah panjang secara utuh dari hasil penelitian,  dan mengapa harus scopus atau thomson reuters ternyata dalam penetapan angka kredit (PAK) dosen,  karya ilmiah pada proceding  internasional yang terindeks database internasional (web of science / Wos)  dinilai sama dengan jurnal internasional namun tidak dapat digunakan untuk memenuhi syarat khusus publikasi ilmiah kenaikan jabatan akademik.

Dr Ade menambahkan ada beberapa publisher penerbit serial conference  seperti AIP, IEEE, Atlantis Press, CRC Press, SHS conference dan lainnya. Keuntungan proceedings yang  diterbitkan oleh serial conference bereputasi, diantaranya adalah  proceeding akan  diterbitkan secara online oleh publiser yang memiliki serial conference yang terindeks scopus/isi thomson itu sendiri. Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan ketika akan  mengajukan proposal ke publiser adalah pihak publisher akan  menilai konteks website penyelenggaraan, jika konferensi tersebut  bukan event pertama kali maka website sebelumnya harus ada, menunjuk editor beserta tim yang memiliki reputasi internasional, menelusuri publiser bereputasi yang benar-benar memiliki pengalaman menerbitkan proceedings, mengecek keberadaan di scopus atau Wos TR, dan poin penting dalam mengisi borang nantinya  adalah  memilih tim editor bereputasi internasional, serta menggunakan sistem informasi manajemen berbasis web. Dr Ade  juga memberikan tips international conference yang sukses adalah sudah berapa kali konferensi tersebut  dilaksanakan, siapa dan dari Negara mana saja para peserta, pendukung kegiatan (Advisory board), keynote speakernya serta bagaimana proses reviewer paper yang dilaksanakan. Diakhir sesi pelatihan dilakukan sesi foto bersama sekaligus penyerahan kenang-kenangan dan buka bersama dengan para peserta pelatihan. (Maryani FISIP UNS)

print

Share This: