Himaters FISIP UNS Selenggarakan Semar DC

para delegasi Prodi Hubungan Internasional UNS dan UGM dalam Sidang Semar DC, 20-21 Mei 2017

Sabtu-Minggu, 20-21 Mei 2017 di Ruang Seminar FISIP UNS,  Divisi Akademik Himaters berhasil menyelenggarakan sebuah acara simulasi sidang Sebelas Maret Diplomatic Course (Semar DC) yang pertama dengan peserta dari mahasiswa UNS dan UGM. Dengan mengangkat fiction council acara ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan bagi mahasiswa tentang bagaimana suasana sidang konferensi internasional sehingga dapat bermanfaat kedepannya. Tema yang dibawa pada acara Semar DC kali ini adalah “Konferensi Perdamaian Perang Dunia Kedua” namun dengan cerita yang berbeda dengan sejarah yang asli mengingat ini adalah fiction council.

Dalam release kegiatan yang disampaikan oleh Naufal Rhyo Ichwanda, simulasi Semar DC kali ini, membicarakan tentang  jalannya perang dunia ke-dua yang dibuat berbeda dengan sejarah  aslinya karena dibuat menjadi pihak Axis yang terdiri dari Jerman, Jepang, Italia, dan lainnya berhasil memenangkan perang dunia kedua dan pihak Sekutu yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan lain-lain meminta agar perang segera dihentikan karena mereka sedang berada di ambang kehancuran. Ada juga pihak netral yang terdiri dari Uni Soviet, Australia, India, dan lain-lain berusaha agar mereka tidak terseret lebih jauh ke dalam perang. Lalu pada konferensi ini pihak Axis, Sekutu, dan pihak Netral dibuat agar mereka bisa mengakhiri perang dan mencapai perdamaian dunia namun mereka juga berlomba-lomba untuk menegosiasi agar meminimalisir kerugian yang diterima setiap negara tanpa lupa untuk memenuhi QARMAs yang sudah ditentukan oleh panitia.

Tim Axis dari Prodi HI UNS saat presentasi tentang simulasi Perang Dunia ke-dua

Acara  simulasi Semar DC ini dibuka dengan sambutan dari perwakilan Himaters Ibnu Nawafil yang kemudian dilanjutkan dengan course dari board of director tentang tata cara konferensi internasional yang baik dan benar yang kemudian dijeda dengan snack time. Setelah snack time, acara diwarnai dengan munculnya mosi-mosi untuk menyelaraskan pemahaman peserta tentang jalannya perang serta tentang keinginan dari masing-masing pihak. Pihak Sekutu lebih mendominasi jalannya konferensi dengan banyak memunculkan mosi-mosi agar negaranya tidak dihancurkan oleh pihak Axis, sedangkan pihak Axis mengajukan mosi-mosi untuk meminta haknya sebagai pemenang perang. Para delegasi sempat dikejutkan dengan adanya serangan Jepang kepada Australia pada sesi kedua yang mana notabene Australia adalah pihak netral. Sisa waktu pada sesi hari pertama kemudian digunakan untuk mendiskusikan efek dari serangan Jepang beserta klarifikasi pihak Jepang dan juga melanjutkan diskusi sebelumnya untuk menemukan kesepakatan tentang apa yang diminta oleh tiap-tiap pihak. Acara selesai pada pukul 16.30 WIB  yang kemudian dilanjutkan dengan evaluasi singkat oleh Board of Directors tentang jalannya sidang pada hari ini sehingga sesi untuk hari kedua bisa berjalan lebih baik.

Acara hari kedua dimulai dengan role call seperti biasa yang diikuti dengan melanjutkan diskusi pada sesi acara kemarin. Setelah itu, pihak Sekutu dan pihak Axis secara bergantian melakukan presentasi terhadap working paper mereka sebagai salah satu tahap untuk mencapai draft resolusi. Pada sesi kedua setelah snack time, seluruh pihak dikejutkan dengan adanya serangan dari Kanada terhadap Amerika Serikat yang sama-sama berada didalam pihak Sekutu. Diskusi pun berlanjut untuk mendiskusikan kelanjutan serta dampak dari serangan ini. Pada akhir sesi ini, disepakati bahwa masalah ini akan menjadi urusan internal dari dua negara tersebut dan tidak akan dibahas lebih lanjut di dalam sidang ini. Pada sesi setelah makan siang, diskusi berlanjut untuk membahas draft resolusi yang akan menjadi hasil dari sidang ini serta membahas pembentukan sebuah institusi untuk menjaga perdamaian dunia. Terlihat sudah adanya kesepahaman antara masing-masing pihak dengan hanya adanya satu rancangan draft resolusi yang diajukan oleh para delegasi. Pada akhir sesi ini sebelum snack time, delegasi dari Amerika Serikat, Brazil, dan Turki mempresentasikan draft resolusi yang pertama kepada seluruh delegasi. Sesi terakhir sidang pada hari kedua diawali dengan sedikit diskusi mengenai draft resolusi yang pertama sebagai bahan untuk mensempurnakan draft resolusi yang selanjutnya. Amerika Serikat, Brazil, dan Turki tampil lagi untuk mempresentasikan draft resolusi dengan revisi yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Kemudian dilanjutkan dengan voting terhadap resolusi yang telah dihadirkan. Hasil voting menunjukan 11 delegasi menyetujui draft resolusi ini sedangka 1 delegasi memlih abstain dan 2 delegasi memilih untuk menolak.

Draft resolusi yang disepakati secara garis besar menyepakati tentang: (1) Penarikan pasukan dan penghentian perang di setiap front pertempuran di seluruh dunia, demiliterisasi pihak Sekutu, serta pengurusan wilayah yang sebelumnya atau telah dikuasai oleh setiap pihak; (2) Pembentukan institusi perdamaian yang diharapkan dapat menjaga perdamaian untuk masa depan; (3) Pemulihan ekonomi dunia pasca perang serta bentuk biaya reparasi perang dari Sekutu kepada Axis.

Pada akhir acara, dilakukan evaluasi dari pihak board of directors dan juga panitia mengenai performa dari delegasi-delegasi yang hadir sehingga dapat menambah pengetahuan dari tiap-tiap delegasi. Serta diadakan pula awarding kepada Delegasi Terbaik serta Position Paper Terbaik. Penghargaan delegasi terbaik jatuh kepada Muhammad Irsyad Abrar dari HI UGM sedangkan Position Paper Terbaik jatuh kepada M.Daffa Syauqi dari HI UGM. Sebagai penutup board of director berharap agar acara ini dapat bermanfaat dan dapat membentuk calon-calon diplomat yang pandai bernegosiasi dalam konferensi-konferensi internasional. (Maryani FISIP UNS) (Foto dokumen Himaters)

print

Share This: