Soc EO Kenalkan Lupus Lewat Selfie Contest dan Body Painting

Lupus jangan dibayangkan film di era 1990an, Lupus kali ini merupakan  salah satu penyakit yang berhubungan dengan sistem imun tubuh manusia. Penyakit ini merupakan penyakit inflamasi kronis yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang keliru, sehingga menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri. Inflamasi ini akan mempengaruhi sistem tubuh yang berbeda seperti sendi, kulit, ginjal, sel darah, otak, paru-paru,  bahkan jantung. Lupus sulit untuk dideteksi sejak dini, karena gejala-gejalanya cenderung bias dan random. Hal ini pula yang menyebabkan penyakit ini sering dijuluki sebagai “penyakit seribu wajah”. Meskipun lupus tidak menular, penyakit ini tetap bisa berbahaya bahkan dapat berpotensi mematikan.

Penderita lupus di dunia diperkirakan mencapai lima juta jiwa. Sementara itu, di Indonesia, keberadaan penyakit ini pun nyata adanya. Menurut data dari Yayasan Lupus Indonesia (YLI), jumlah penderita lupus di Indonesia pada tahun 2012 mencapai 12.700 jiwa, kemudian di tahun 2013 meningkat menjadi 13.300 jiwa. Tidak menutup kemungkinan di tahun 2017 ini jumlahnya semakin meningkat lagi.

salah seorang peserta Painting wajah dalam pre event Kenali Odapus di CFD Solo Minggu, 14 Mei 2017

Keberadaan dan banyaknya penderita penyakit lupus agaknya tidak sejalan dengan pemahaman masyarakat terkait penyakit ini dan seluk beluknya. Padahal sejatinya para penderita membutuhkan pemahaman dan dukungan dari orang-orang di sekitar akan penyakit yang mereka derita. Kurangnya pengetahuan masyarakat dibuktikan dengan minimnya pemahaman terkait gejala dan seluk beluk penyakit ini. Bahkan, beberapa masyarakat menganggap bahwa lupus adalah penyakit menular. Tentu pemahaman ini tidak benar. Lupus bukanlah penyakit menular. Kesalahpahaman ini tentu dapat menimbulkan suatu masalah sosial, diantaranya, para penderita lupus dijauhi oleh masyarakat.

Sejatinya perlu diketahui bahwa penderita lupus yang sering disebut Odapus memiliki keterbatasan gerak, dalam artian mereka tidak bisa beraktivitas fisik berat seperti orang pada umumnya. Dari kondisi inilah, Odapus kurang dapat berpartisipasi penuh dalam kegiatan-kegiatan sosial yang berhubungan dengan fisik. Sehingga, tidak jarang masyarakat sendiri tidak begitu menyadari keberadaan Odapus di sekitar mereka.

Gerakan sosial untuk memberikan pemahaman tentang penyakit lupus kepada masyarakat perlu dilakukan, agar kesalahpahaman yang berkembang dapat diminimalisir.  Namun, gerakan sosial atau kegiatan-kegiatan sosial yang membahas atau bertema tentang lupus tidak terlalu banyak. Apabila ada, acara tersebut cenderung bersifat internal. Padahal cara seperti ini dirasa efektif sebagai usaha untuk mengedukasi masyarakat tentang lupus.

Oleh karena itu, Social Event Organizer (SOC-EO) berencana membuat rangkaian acara bertemakan lupus dalam rangka memperingati Hari Lupus Sedunia yang jatuh pada tanggal 10 Mei 2017. Acara ini sekaligus dibuat sebagai langkah untuk mengedukasi masyarakat tentang penyakit lupus dan menciptakan awareness (kesadaran) mengenai penyakit lupus dan pare Odapus yang sebenarnya mereka ada di sekitar kita. Selain itu, acara ini juga dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bagaimana pare Odapus menjalani kehidupan mereka dengan penyakit lupus yang mereka derita, sehingga dapat tercipta dukungan bagi pare Odapus tersebut.

Personal SocEO , Mahasiswa Public Relation FISIP UNS

Rahmat  Nurfakin selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan selain dalam rangka memperingati Hari Lupus Sedunia yang diperingati setiap  tanggal 10 Mei, SOC-EO juga ingin mengadakan beberapa rangkaian acara yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang penyakit lupus, menciptakan awareness (kesadaran) masyarakat terhadap penyakit lupus dan Odapus, memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bagaimana para Odapus menjalani kehidupan mereka dengan lupus yang diderita dan salah satu wujud support terhadap Odapus.

Dengan tema “Live the Life”, sesuai makna live the life yang berarti “menjalani kehidupan”, tema tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bagaimana para Odapus menjalani kehidupan mereka dengan lupus yang diderita. Pemahaman tersebut dilakukan melalui edukasi dan penciptaan awareness kepada masyarakat mengenai penyakit lupus dan Odapus (orang dengan lupus). Sehingga, masyarakat dapat mengerti dan memahami bagaimana para Odapus berjuang dengan penyakit lupus yang mereka derita, di tengah kurangnya sosialisasi mengenai lupus dalam masyarakat.

Beberapa bentuk kegiatan telah dilaksanakan yaitu Pra Event telah dilaksanakan Selfie Contest yaitu  salah satu ajang lomba, kontes foto ini dengan  mengajak masyarakat umum untuk ikut berpartisipasi mengenai penyakit lupus. Selfie contest ini mensyaratkan peserta menggunakan twibbon yang disediakan pada fotonya dan caption mengenai lupus dengan mencantumkan #1000KupuUntukLupus, dan diunggah melalui akun Instagram masing-masing serta Campaign Media Sosial, yang disemarakkan melalui media social dengan #1000KupuUntukLupus. Konten campaign ini berupa postingan hal-hal terkait lupus, tokoh-tokoh penderita lupus, serta mengajak masyarakat untuk berfoto menggunakan sticky mask clan dipublikasikan melalui media social SOC EO dengan # 1 000KupuUntukLupus. Pelaksanaan  kegiatan Pra Event selfie contest akan dilangsungkan :Kamis 20 April – Minggu 14 Mei 2017 dengan  peserta masyarakat umum dengan usia 15-50 tahun dan  campaign media Sosial Minggu 9 April -18 Mei 2017

Dan event selanjutnya sebagai even puncak terdapat dua acara inti dari peringatan Hari Lupus Sedunia yaitu Final Campaign dengan tajuk “Make It Purple For Lupus” menjadi salah satu rangkaian acara dari peringatan Hari Lupus Sedunia, yang mana kegiatan ini turut mengikutsertakan masyarakat di Car Free Day (CFD) Solo untuk berpartisipasi. Terdapat berbagai variasi acara dalam “Make It Purple For Lupus” diantaranya adalah face painting bergambar kupu ungu, bagi susu kedelai ungu gratis dan bagi stiker gratis. Acara dimulai pembagian bunga kepada pcserta CFD. Selain itu ada Hopes for Lupus berupa tanda tangan massal oleh peserta CFD yang ikut berpartisipasi dalam “Make It Purple For Lupus” & juga disediakan Photo Booth untuk memberikan support kepada penderita Lupus. Event selanjutnya adalah Talkshow dengan tajuk “Bersama Odapus Kenali Lupus” menjadi salah satu rangkaian acara peringatan Hari Lupus Sedunia. Mengundang beberapa pembicara ahli di bidangnya, talkshow ini diharapkan dapat menumbuhkan awareness masyarakat akan penyakit lupus dan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai para Odapus yang survive dalam penyakit yang dideritanya. Pelaksanaan  kegiatan  final event akan dilangsungkan, Sabtu 20 Mei 2017, Pukul 07.30 target peserta masyarakat umum 15-60 th dan odapus di tempat di Majapahit Meeting room Hotel Loji Solo, pukul 07.30 – 12.00 WIB, HTM : Presale   : Rp. 15.000,-, On The Spot : Rp. 20.000,-, Pembicara: Dian Syarief (Ketua Syamsi Dhuha Foundation), Arief Nurudhin, SP.PD (dokter, ahli Rheumathology dan penyakit dalam), Annisa Budiastuti (dokter sekaligus relawan yayasan Tittari Solo). Bagi yang berminat dapat mendaftar dengan cara Ketik  :[Nama_Jurusan/Asal_No. Telp/HP_Email]  Kirim ke  : 089632354008 (CITRA) Pembayaran : Universitas Sebelas  Maret , Fasilitas  :  Ilmu, Relasi, Talkshow Kit, E-Sertifikat, & Snack , CP : 089632354008 (CITRA), Linimasa : Instagram :livethelife_soc , Twitter : livethelife_soc,  Fanpage  : Live The Life.   (Maryani FISIP UNS)

print

Share This: