“Bersama Odapus Kenali Lupus”, Selam Lebih Dalam Seluk-Beluk Lupus

Sabtu, 20 Mei 2017 akan menjadi hari yang penting bagi Social Event Organizer (Soc. EO) FISIP UNS. Pasalnya acara utama pada serangkaian acara “Live The Life” akan dilaksanakan pada hari itu. Talkshow bertajuk “Bersama Odapus Kenali Lupus” tersebut akan dilaksanakan di Majapahit Meeting Room Hotel Loji, Sabtu 20 Mei 2017 pada pukul 07.30 sampai selesai.  Soc. EO FISIP merupakan event organizer dari para mahasiswa program S1 Ilmu Komunikasi yang mempraktekkan secara nyata mata kuliah public relations sebagai tanggung jawab sosial terutama pada masyarakat dan para odapus  di wilayah Surakarta dan sekitarnya.

Menurut Rahmat, selaku ketua penyelenggara, sedikit berbeda dengan acara pre-event nya, Talkhow bertajuk “Bersama Odapus Kenali Lupus” ini membahas lebih dalam mengenai penyakit lupus.  Gejala,  cara penanganan hingga yayasan dan komunitas bagi para odapus  akan dibahas secara mendalam pada talkshow tersebut. Melihat pentingnya acara tersebut, Para pembicara yang dihadirkan pun tidak main-main. Tiga orang pakar dalam penyakit Lupus akan membagikan ilmu dan pengalamannya. Ketiga pembicara tersebut diantaranya ada Dian Syarief (Ketua Syamsi Dhuha Foundation), Arief Nurudhin (dokter, ahli Rheumathology dan penyakit dalam) serta Annisa Budiastuti (dokter sekaligus relawan yayasan Tittari Solo).

Bagi para peserta yang ingin bertanya maupun berkonsultasi tentang penyakit lupus, acara Talkshow “Bersama Odapus Kenali Lupus” merupakan momen yang tepat. Tidak hanya berkonsultasi seputar seluk beluk penyakit lupus, para peserta juga dapat melakukan cek dan konsultasi kesehatan gratis.

Cara mengikuti talkshow ini sangat mudah. Calon peserta hanya perlu mendaftarkan dirinya via whatsapp atau SMS ke 089632354008 (Citra) dengan format [Nama_Jurusan/asal_No.Telp/HP_Email]. Harga tiketnya pun sangat terjangkau, presale Rp. 15.000,- dan on the spot Rp. 20.000,-. Pembayaran bisa dilakukan calon peserta di Universitas Sebelas Maret.

Di harapkan adanya talkshow ini tidak hanya dapat menambah wawasan para peserta akan penyakit lupus, tapi peserta juga dapat memahami lebih dalam akan penyakit lupus serta lebih peka terhadap setiap gejalanya dan penanganannya. (Maryani FISIP UNS)

print

Share This: