FISIP UNS Jadi Tuan Rumah Kegiatan Teras Jateng 2017

Dekan FISIP UNS saat menyambut para narasumber Seminar Nasional Dalam Teras Jateng 2017 di Ruang Dekanat FISIP UNS

Temu Regional Administrator Jawa Tengah (Teras Jateng) merupakan forum diskusi mahasiswa program studi Ilmu Administrasi Negara/ Publik yang akan melibatkan universitas yang berada di Jawa Tengah. Kegiatan ini bermaksud untuk menjalin silaturahmi antar program studi Ilmu Administrasi Negara/ Publik di Jawa Tengah. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai wadah untuk memperkaya ilmu pengetahuan dan bertukar pikiran mengenai isu-isu yang sedang berkembang serta berusaha mencari solusi tentang permasalahan yang ada sesuai dengan pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, pengabdian dan penelitian.

Sebagai generasi muda yang akan memainkan peran penting dalam memajukan bangsa, mahasiswa berperan aktif dalam forum akademik dan non akademik berskala regional, nasional maupun internasional. Hal ini berkenaan dengan peningkatan kualitas generasi muda dan perluasan jaringan khususnya Administrasi Negara/ Publik dalam kehidupan birokrasi saat ini. Untuk mewujudkan pembangunan Negara yang berkelanjutan, Indonesia membutuhkan generasi yang dapat membuat inovasi-inovasi baru yang berwawasan global, berjiwa pemimpin dan dapat merangkul semua universitas yang ada di negeri ini. Oleh karena itu, partisipasi mahasiswa Indonesia dalam kegiatan tingkat regional se-Jateng mengupayakan peningkatan mutu dan kualitas intelegensi generasi Administrator di Indonesia.

Pada tahun 2017 Kegiatan Temu Regional Administrator Jawa Tengah akan diadakan di Universitas Sebelas Maret Surakarta, tepatnya oleh Himpunan Mahasiswa Program studi Ilmu Administrasi Negara (HIMAGARA) sebagai tuan rumah. Temu Regional Administrator Jawa Tengah 2017 mengangkat tema besar yaitu “Kebijakan Ketersediaan Pangan di Jawa Tengah”.

Para narasumber dan peserta Seminar Nasional yang dilaksanakan sebagai rangkaian acara Teras Jateng 2017 di Aula FISIP UNS, Minggu, 7 Mei 2017

Kebijakan pangan adalah suatu wilayah kebijakan publik yang khusus menangani berbagai masalah tentang bagaimana makanan diproduksi, diproses, didistribusikan, dan diperjualbelikan. Kebijakan publik didesain untuk mempengaruhi operasi sistem pertanian dan pangan. Kebijakan pangan itu sendri terdiri dari penetapan tujuan produksi, pemrosesan, pemasaran, ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan konsumsi bahan pangan, serta menjelaskan bagaimana proses untuk mencapai tujuan tersebut. Kebijakan pangan dapat berada pada berbagai level, dari lokal hingga global, dan oleh pemerintah, komersial, hingga organisasi. Kebijakan pangan juga melibatkan institusi pendidikan untuk mendidik, peraturan untuk mengatur, dan standar yang ditetapkan untuk melaksanakan kebijakan. Peraturan dan standar yang ditetapkan meliputi kesehatan dan keselamatan, pemberian label, dan kualifikasi produk tertentu (makanan organik, makanan halal, dan sebagainya).

Seperti yang tertera dalam Undang- Undang nomor 7 Tahun 1996 menjelaskan bahwa pangan merupakan kebutuhan pokok manusia yang pemenuhannya menjadi hak asasi setiap rakyat Indonesia dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk melaksanakan pembangunan Nasional. Oleh karenanya ketersediaan dan askesibilitas pangan bagi masyarakat menjadi hal yang sangat penting untuk direalisasikan oleh pemerintah.

Beberapa rangkaian cara telah dipersiapkan  diawali dengan opening ceremony dan Seminar Nasional, Opening Ceremony dan Seminar Nasional, Forum Group Discussion (FGD) tentang beberapa isu yang diangkat, Hearing (dengar pendapat), sidang forum, Gala Dinner dan grand closing dengan agenda city tour.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh HIMAGARA ini diikuti oleh perwakilan mahasiswa Program studi Ilmu Administrasi Negara/ Publik se-Jawa Tengah dilaksanakan di FISIP UNS mulai Hari Minggu-Selasa, 7-10 Mei 2017 yang bertujuan  untuk mempererat hubungan sosialisasi dan komunikasi antar mahasiswa Program studi Ilmu Administrasi Negara/Publik se-Jawa Tengah,  usaha menambah pengetahuan serta kepekaan mahasiswa Program studi Ilmu Administrasi Negara/Publik terhadap isu-isu yang sedang berkembang. serta terbentuknya suatu lingkar studi intelektual ilmiah bagi Mahasiswa Program studi Ilmu Administrasi Negara/Publik. Menurut salah seorang panitia Batul, dengan adanya kegiatan Temu Regional Administrator Jawa Tengah 2017 ini diharapkan mampu membantu memberikan solusi atau masukan terhadap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengatasi masalah pembangunan di Jawa Tengah nantinya. (Maryani FISIP UNS)

print

Share This: