Sosialisasi Dan Seminar Kebangsaan

 

Ir. Bambang Wuryanto, MBA (tengah) sedang menyampaikan materi bersama dua narasumber lain di Ruang Seminar FISIP UNS

Dalam rangka menjalankan peran dan fungsi anggota DPR/MPR Republik Indonesia tentang sosialisasi 4 pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undanga Dasar RI dan Bhineka Tunggal Ika, Senin, 17 April 2017, di Ruang Seminar FISIP Lantai 2 UNS pukul 13.00-15.00 WIB telah dilangsungkan Sosialisasi Dan Seminar Kebangsaan hasil kerjasama antara Prodi Ilmu Administrasi Negara FISIP UNS dan Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dengan tema “Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara, Ideologi Bangsa dan Negara” dengan  keynote speaker Ir. Bambang Wuryanto, MBA (DPR/ MPR RI  dari Fraksi  Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) PDIP Dapil Jateng IV  dan narasumber lain  Dr. Agus Rikwanto (Dosen Tata Negara FH UNS) dengan tema “Tinjauan Hukum Kedudukan Desa dan Penguatan Dasar Pancasila´dan  Dr. Didik G. Suharto (Dosen Aministrasi Negara FISIP UNS) dengan mengambil tema “Peran Desa dalam Penegasan Pancasila dan ke-Bhineka-an Indonesia”.

 Ir. Bambang Wuryanto, lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah pada 17 Juli 1958. dan salah  anggota DPR RI dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. mewakil dari daerah pilihan (dapil) Jawa Tengah 4 yang meliputi Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sragen, dalam paparannya menyampaikan Positioning seorang politikus. dan  Pancasila merupakan  produk politik. Posisioning politik seorang anggota dewan saat ini bagi sebagian  publik dianggap bahwa politik itu korupsi, busuk, tolol, dan sebagainya dan sebagai produk politik dimasa lampau pancasila bagi bangsa Indonesia  dijadikan sebagai  satu pondasi yang paling kuat untuk mendukung entitas negara Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa ini.

Dr. Didik G. Suharto, Dosen dari prodi Ilmu Administrasi Negara FISIP UNS yang membahas tentang Peran Desa dalam Memperkokoh Pancasila & Kebhinekaan Indonesia menyampaikan beberapa hal terkait desa yang “bermasalah”  menyebabkan terjadinya ketidakkondusifan harmonisasi bangsa, sehingga perlu didorong maju dengan tanpa meninggalkan nilai-nilai dan jati dirinya desa yang bersangkutan. Perlunya membangun karakter desa di Indonesia unik dan khas yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat.  dengan cara  perbaikan infrastruktur dan sumber daya yang ada, mengevaluasi kembali program kemiskinan yang telah dilakukan selama ini sebagai  salah satu potensi kegagalan kebijakan yang tinggi serta tetap mengupaya penguatan desa melalui Undang-Undang, perhatian, penyaluran, pendekatan, komitmen dari semua stakeholder bangsa Indonesia.

Sedangkan dari sisi Hukum Dr. Agus Rikwanto (Dosen Tata Negara FH UNS) menyatakan bahwa Kedudukan Desa dan Penguatan Dasar Pancasila merupakan tujuan yang akan dicapai, karena Negara besar dimulai dari yang kecil yaitu desa. Sehingga desa merupakan dasar paling bawah untuk membangun negara yang maju. Secara garis besar jika negara ingin maju, maka mulailah dari membangun desa. Selain itu secara statistik penduduk desa juga lebih banyak daripada penduduk kota, dan itu sejalan dengan tingkat kemiskinan yang juga lebih banyak di desa daripada kota. Nilai-nilai kedesaan muncul dari agraris. Konstitusional desa dari sisi UU otonomi daerah dan desa justru berhenti di kabupaten/ kota. Jika ingin kuat, seharusnya desa tidak dimasukkan dalam subordinat pemerintahan skala besar. Artinya harus ada dalam uniteks dalam UU secara jelas, baik di bawah UUD tentang desa, maupun dalam sistem pemerintahan yang berkesinambungan.

Sosialisasi dan Seminar Kebangsaan ini  dibuka oleh Dekan FISIPUNS, Ismi Dwi Astuti Nurhaeni,M.Si dan diikuti oleh  mahasiswa dan dosen. berlangsung  hingga pukul 16.00 WIB diikuti secara antusias oleh para peserta terlihat dari beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh para peserta serta keingintahuan serta pemahaman yang mendalam akan  arti dan peran  penting desa  dalam pembangunan serta memperkuat ideologi Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia ini. (Maryani FISIP UNS)

print

Share This: