Prodi Hubungan Internasional Hadirkan Duta Besar Indonesia untuk India (2012-2017)

Ketua Senat UNS Prof. Suntoro Wongso saat memberi sambutan dalam Kuliah Diplomatik di Aula FISIP UNS

Setelah sebelumnya Jumat, 03 Maret 2017, bertempat di Ruang Aula FISIP UNSProdi Hubungan Internasional FISIP UNS mengundang H.E Nur Syahrir Rahardjo yang menjadi Duta Besar Indonesia untuk Bahrain, Rabu 8 Maret 2017 Prodi Hubungan Internasional FISIP UNS kembali menghadirkan mantan Duta Besar Indonesia untuk India periode 2012-2017, Drs. Rizali Wilmar Indrakesuma, dalam acara kuliah pakar diplomatik dengan tema “Pentingnya Diplomasi Indonesia ke India dalam Bidang Politik, Ekonomi, Budaya dan Militer”.

Kuliah diplomatik kali ini dapat terlaksana dengan bantuan Senat Universitas yang telah memfasilitasi kerjasama antara Prodi Hubungan Internasional FISIP UNS dengan Kedutaan Besar Indonesia di India. Kuliah diplomatik yang berlangsung pukul 10.00–12.00 ini dihadiri sendiri oleh Prof. Suntoro Wongso selaku Ketua Senat Universitas Sebelas Maret dan Sekretaris Senat yaitu Prof. Said Teguh Widada.

Dekan FISIP UNS Prof Ismi Saat menyambut dan membuka Kuliah Diplomatik Prodi Hubungan Internasional

Dalam sambutan dan pembukaan kuliah diplomatik oleh Dekan FISIP UNS, Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si menyampaikan semangat  FISIP UNS melalui “Leading The Future Society” yang ingin diwujudkan oleh semua komponen sivitas akademik FISIP UNS nantinya.

Ibnu Nawafil, mewakili Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMATERS) FISIP UNS, dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan kuliah diplomatic, semua  mahasiswa Hubungan Internasional  nantinya diharapkan terbuka wawasan dan pengetahuannya terkait perkembangan dunia politik , ekonomi, budaya maupun militer pada suatu Negara di dunia sehingga akan memberi pemahaman tentang dunia luar secara global. Dengan menghadirkan beberapa diplomat dan duta besar yang sudah malang melintang ini nantinya juga  diharapkan semua mahasiswa mampu berperan aktif dalam menggali ilmu dan pengetahuan yang nanti akan disampaikan oleh pakar atau narasumber  yang  hadir. Sementara itu, Prof. Dr. H. Andrik Purwasito DEA  selaku Kaprodi Hubungan Internasional FISIP UNS memberikan pemahaman tentang India melalui  video berdurasi pendek yang menjelaskan tentang terjalinnya kerjasama antara HI FISIP UNS dengan berbagai organisasi yang terdapat di India. Selain itu, beliau juga mempromosikan aktifitas prodi Hubungan Internasional melalui  Jendela Budaya Indonesia (JBI) sebagai wadah untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke luar negeri.

Drs. Rizali Wilmar Indrakesuma, saat memberikan materi dalam Kuliah Diplomatik di FISIP UNS

Kuliah pakar ini dipandu oleh Bapak Andriko Sandria, S.IP, M.A. Dalam pemaparannya Pak. Rizali mengatakan bahwa hubungan Indonesia-India sudah dimulai pada 15 abad yang lalu. Pada waktu itu Kerajaan Sriwijaya sudah melakukan kerjasama dengan Nalanda University. Namun, seiring berjalannya waktu hubungan antara kedua belah pihak tersebut mengalami penurunan. Dewasa ini, kerjasama antara Indonesia-India sudah mencapai tingkatan kemitraan strategis yang merupakan kesepaktan antara kedua negara untuk memperkokoh dan meningkatkan derajat kerjasama bilateral setinggi-tingginya dalam berbagai bidang. Kemitraan strategis ini disahkan pada 24 November 2005 di New Delhi. Dalam bidang perdagangan kedua belah pihak telah mencapai puncaknya pada 2011 yang mencapai 20 milyar dollar AS. Namun, mengalami penurunan pada 10 tahun terakhir karena harga minyak sawit yang merupakan komoditas utama anjlok dalam pasar imternasional.

Dalam bidang sosial budaya Indonesia-India memiliki sasaran terwujudnya people to people contact melalui berbagai kegiatan seperti pendidikan, kesenian dan pariwisata. Kuliah diplomatik pada siang hari itu berakhir dengan dua kali sesi pertanyaan yang ditutup dengan foto bersama dan peyerahan cenderamata oleh Prof. Dr. H. Andrik Purwasito DEA kepada Duta Besar Drs. Rizali Wilmar Indrakesuma. (Maryani FISIP UNS)

print

Share This: