Budaya, Satra dan Seni Pertunjukkan Tiga Kajian Utama Prof Ben

15936702_1072567272868824_8855963780787939762_oBertempat di Ruang Seminar FISIP UNS, Selasa, 10 Januari 2017 telah dilaksakan kuliah pakar luar negeri oleh  program pascasarjana Prodi S2 dan S3 Ilmu Komunikasi FISIP UNS  dengan tema Javanese Communication and Culture a Search of Understanding . Hadir sebagai narasumber  Prof. Dr. Bernard Arps  (atau lebih dikenal sebagai Prof. Ben Arps)  dari  Leiden University Netherland.

Prof. Drs  Pawito,Ph.D selaku Kepala prodi S3 Ilmu Komunikasi FISIP UNS sekaligus moderator dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa  sharing/ kuliah pakar  merupakan salah satu poin penilaian akreditasi program studi yang ada di lembaga pendidikan tinggi terkait kinerja perguruan tinggi.  Prof Pawito menambahkan  topic kali ini sangat menantang  para peneliti Indonesia  karena kajian tentang budaya Jawa  dan   banyak masyarakat yang kurang  paham tentang budaya Jawa itu sendiri.

15975096_1072565486202336_6260275768146762641_oProf Ben selaku narasumber dalam kuliah pakar luar negeri ini banyak melakukan penelitian atau  riset-riset  tentang budaya, satra dan  seni pertunjukkan.   Sebenarnya menurut  Prof Ben beliau banyak mempelajari tentang kajian budaya tetapi terkait dengan bidang ilmu komunikasi ini juga bisa menjadi bagian dari budaya itu sendiri dan dengan mempelajari ketiga kajian ini maka akan diperoleh pemahaman tentang keilmuan itu sendiri sebagai sebuah kajian penelitian. Sebagai gambaran di Universitas  Leiden, beliau juga mempelajari tentang Asia  Tenggara dan  Asia Barat seperti Indonesia, Pakistan dan Philipina dan saat ini  dan focus Indonesia  terkait sejarah antara Indonesia  terutama penelitian tentang Bahasa Jawa beserta sempalan-sempalan salah satunya tentang Bahasa Osing di Banyuwangi.  . beliau menyampaikan bukan ahli bahasa  tetapi tertarik pada bahasa kerena keberadaannya sebagai alat komunikasi perbendaharaan, kedua terkait sastra terutama sastra jawa klasik dan semi modern, karena penggolongan yang ada selama ini belum tertata. Sedangkan tentang seni pertunjukan khususnya wayang  sangat diminati karena paling berkembang pesat dibandingkan dengan  seni pertunjukkan jawa  lainnya.  Ketiga kategori budaya diatas diminati dan menjadi bahan kajian Prof Ben selama ini,  sebagai tanggungjawab beliau sebagai pengajar dan peneliti sehingga akan terpublikasi dan terekam dan bermanfaat bagi dunia pengetahuan nantinya, diluar kepuasan kepribadi yang juga akan diperoleh tuturnya.15937190_1072565522868999_5174032166449008523_o

Dulu di Universitas Leiden juga mempelajari tentang bahasa Jawa tetapi karena peminatnya terbatas maka tidak diajarkankan.  Prof. Ben berharap kedepan dengan adanya kerjasama yang baik anatar UNS dan Universitas Leiden ini nantinya aka nada tindak lanjut terkait pertukaran dosen (visiting lecture), pertukaran mahasiswa (student exchange) serta kolaborasi penelitian dan publikasi terutama terkait dengan budaya jawa dan Indonesia. (Maryani FISIP UNS)

.

print

Share This: