Visiting World Class Professor bersama Dr Zulfan Tadjoeddin

6Rabu, 21 Desember 2016 Dr. Zulfan Tadjoeddin berkunjung ke Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret (FISIP UNS) untuk memberi kuliah umum   dalam rangka “Menyalakan Indonesia di Peta Ilmu Pengetahuan Dunia, Sumbangsih Ilmuwan Indonesia untuk Ibu Pertiwi” hasil kerjasama antara Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dengan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional. Dr. Zulfan Tadjoeddin adalah dosen senior bidang  studi pembangunan dan pakar konflik  dari  University of  Western Sydney (UWS) Australia.

Baca : Profil Dr Zulfan Tadjoeddin

2Dalam pengantarnya Dr. Zulfan Taddjoeddin  menyampaikan kegiatan ini penting karena dapat menjadi  sarana untuk mengumpulkan  para ilmuwan Indonesia dari berbagai ilmu pengetahuan dalam mengembangkan keilmuan sesuai dengan bidang masing-masing. Kesulitan yang selama ini dihadapi oleh para akademisi  terkait dengan publikasi nasional maupun internasional disebabkan karena belum ada  pengelompokkan bidang ilmu saat  memasukkan publikasi tersebut sesuai dengan bidang keilmuannya dan terkesan masih saling tumpah tindih dan belum focus pada keilmuan yang menjadi kepakarannya.

Baca : Bagaimana Posisi Indonesia Saat Ini?…

Beliau menggambarkan di Australia, para akademisi dapat menyebarluaskan hasil-hasil risetnya tanpa melihat dan mengenal brand pengelola jurnal tertentu yang menjadi rujukan untuk para ilmuwan dan akademisi itu sendiri melainkan lebih mengenalkan publikasi risetnya   berdasarkan keilmuannya misalnya yamg berkaitan dengan bidang seni, budaya, politik, ekonomi, filsafat,  konflik, studi pembangunan, hubungan internasional  dan sebagainya.

5Dekan FISIP UNS Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nugraheni,M.Si menyampaikan di UNS  saat ini, telah ada pusat-pusat studi yang mewadahi para akademisi dalam bidang dan kepakaran masing-masing. Begitu pula dengan yang ada di Fakultas dengan terbentuknya  grup-grup riset yang diharapkan dapat menunjukkan kepakaran dari para akademisi itu sendiri. Hanya kondisi dilapangan ada beberapa kendala terkait dengan publikasi nasional dan internasional karena adanya regulasi bahwa publikasi harus mengacu pada pengelola jurnal tertentu. Beliau berharap nantinya pembuat  atau para stakeholder mampu memberi kebijakan yang sesuai dengan kondisi  terkait kebijakan dan strategi  penelitian dan riset khususnya bagi  para akademisi  di dunia pendidikan tinggi menuju publikasi internasional.   (Maryani FISIP UNS)

print

Share This: