Identitas Kultural Perkotaan

3Kota yang merupakan hunian impian yang diminati semua  orang dalam memperbaiki taraf hidup yang layak. Namun ada  beberapa yang kota belum  siap untuk menerima perubahan salah satunya dilihat dari usaha mengontrol perubahan-perubahan yang terjadi serta perkembangan dunia global saat ini yang berdampak pada hilangnya identitas kota tersebut  yang  dapat berkorelasi dengan berbagai aspek baik sosial, politik, budaya, ekonomi, maupun lingkungan fisik lainnya.

Hal ini menjadi salah satu alasan bagi  mahasiswa Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Angkatan 2014 Kelas B yang mengambil matakuliah Sosiologi Perkotaan untuk berperan aktif melihat dan melaksanakan riset terkait  beberapa permasalahan tentang identitas kultural perkotaan dengan menyelenggarakan suatu event Seminar Nasional Dan Konferensi Sosiologi Perkotaan yang  dilaksanakan pada Kamis, 8 Desember 2016 mulai  pukul 08.00 WIB – 18.00 WIB untuk kegiatan  seminar dan presentasi Call For Papernya dengan narasumber Dr. Bagong Suyanto, M.Si (Dosen Sosiologi Unair), Dr. S. Pamardi, S.Kar., M. Hum (Dosen ISI Surakarta), Dr. Argyo Demartoto, M.Si (Dosen Sosiologi FISIP UNS), Farahiah Almas Madarina (Pemateri Riset Mahasiswi Sosiologi FISIP UNS).Baca juga :Seminar Nasional dan Konferensi Sosiologi Perkotaan.

1Seminar Nasional ini merupakan rangkaian dari riset Sosiologi Perkotaan yang telah terlebih dahulu dilaksanakan oleh seluruh mahasiswa Program Studi Sosiologi Angkatan 2014 Kelas B sebagai aktivitas penelitian dalam menemukan berbagai hal terkait dengan krisis perkotaan yang terjadi di Surakarta. Dalam paparan  hasil risetnya  Farahian menyampaikan  bahwa  Kota Surakarta merupakan kota yang kental dengan unsur budayan yang memiliki  ciri khas identitas  dalam masyarakat yang  tak luput dari pengaruh perkembangan globalisasi saat ini. Salah satu unsur budaya yang menjadi sorotan sekaligus didalami yaitu seni pertunjukkan seperti  wayang kulit, ketoprak, karawitan, seni tari, wayang orang dan keroncong menjadi icon dari Kota Budaya Surakarta. Yang menjadi garis besar dalam penelitian tersebut adalah  bagaimana globalisasi menggerogoti identitas Kota Surakarta dan bagaimana masyarakat Kota Surakarta mampu menjaga dan melestarikan identitas budayanya tersebut.

2Dalam sambutan sekaligus pembukaan kegiatan Seminar Nasional Dan Konferensi Sosiologi Perkotaan ini,  Kepala Program Studi Sosiologi FISIP UNS Dr. Ahmad Zuber, DEA, mengucapkan terimakasih atas partisipasi dari semua peserta seminar dan konferensi karena bukan hanya diikuti oleh mahasiwa dari UNS saja melainkan juga diikuti oleh 12 perguruan tinggi lain di Indonesia dan berharap dengan dipaparkan  hasil-hasil  penelitian yang telah dilakukan terkait dengan identitas budaya perkotaan oleh para pemateri dan ulasan dari para ahli akan dapat bermanfaat bagi peserta sehingga dapat mengetahui dan memahami  kultur kebudayaan dan identitas kultural perkotaan yang terjadi di perkotaan, khususnya di Kota Surakarta dan kota-kota lain di Indonesia. (Maryani FISIP UNS)

print

Share This: