Tujuh Dosen FISIP UNS mengikuti Diseminasi Hasil Riset di Forum Internasional

 

1Lebih dari satu dekade lalu, para pemimpin ASEAN sepakat membentuk sebuah pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara pada akhir 2015, hal ini dilakukan agar daya saing Asean meningkat serta bisa menyaingi produk dari Cina dan India dalam  menarik investasi asing. Penanaman modal asing di wilayah ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan. Pembentukan pasar tunggal yang diistilahkan dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini nantinya memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara sehingga kompetisi akan semakin ketat. Masyarakat Ekonomi Asean tidak hanya membuka arus perdagangan barang atau jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja profesional maupun tenaga kerja terampil lainnya. Oleh karena integrasi regional dan harmonisasi pada pendidikan teknik kejuruan dan pelatihan diperlukan sebagai upaya untuk menjamin kesiapan wilayah dengan belajar dari pengalaman negara-negara Eropa maupun negara lainnya.

2Untuk itu dalam releasenya,  Siti Zunariyah  salah seorang dosen yang ikut  berpartisipasi dalam International Conference on Technical and Vocational Education and Training (TVET), menyampaikan latar belakang  keberangkatan  beberapa dosen FISIP UNS yang terdiri atas Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si, Dr. Sudarmo, MA, Dr. Argyo Demartoto,M.Si, Dra. Sri Yuliani, Dra. Rahesli Humsona, M.Si, Dra. Sri Hilmi Pujihartati, M,Si dan Siti Zunariyah,M,Si mengajukan makalah sebagai hasil penelitian yang telah dilakukan untuk dipresentasikan pada salah satu sesi pararel dalam  International Conference on Technical and Vocational Education and Training (TVET) pada tanggal 15-16 November 2016 di Bandung. Seminar internasional yang dilaksanakan di GH Universal Hotel ini terselenggara atas kerjasama  Fakultas Teknik Pendidikan dan Kejuruan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bekerjasama dengan Regional Association for Vocational Teacher Education in Asia (RAVTE) dengan tema Regionalization and Harmonozation in TVET .

3Pada hari pertama, sesi panel menghadirkan pembicara kunci dari President of RAVTE Assoc. Prof. Numyoot Songthanapitak, Dekan FPTK UPI, Dr. Eng. Agus Setiawan dan Prof Maizam Alias dari UTHM Malaysia. Sesi ini menitikberatkan pada bagaimana strategi yang harus dilakukan dalam harmonisasi dan integrasi pada sektor pendidikan teknik kejuruan dalam memasuki masyarakat ekonomi ASEAN. Selepas istirahat dan makan siang, dilanjutkan dengan sesi pararel yang menghadirkan beberapa  pemakalah yang terbagi dalam 5 subtema yaitu Teaching innovation in TVET, Innovations in engineering and education, standarization and harmonization, Skill and personal development dan Social and Cultural Issues. Pada sesi pararel ini dua pemakalah dari FISIP UNS  mendapat jadwal untuk mempresentasikan makalahnya yaitu Siti Zunariyah, M.Si  dengan judul “Memetri kali” as transformative Learning Media for Sociology Students in Order to Care about Environmental Issue pada sub tema Innovations in engineering and education dan Dra. Rahesli Humsona, M.Si dengan judul Entrepreneurship Education to Develop Softskill: Astudy on Olifant School Yogyakarta dipresentasikan pada sub tema Teaching Innovation in TVET.

2Pada hari kedua, seminar internasional ini diawali dengan sesi panel yang menghadirkan pembicara kunci dari Technical University of Dorthmund, Germany yaitu Prof. Dr. Thomas Schroder dan Dr.Sven Schulte yang membagikan pengalaman negara Jerman dalam mempersiapkan tenaga-tenaga terampil yang handal dan kompetitif yang disesuaikan dengan kebutuhan industri maupun pasar dan selepas break, sesi pararel kembali dilanjutkan dengan pemaparan makalah-makalah dari berbagai wilayah termasuk lima  dosen dari  FISIP  UNS. Pada sub tema Social and Cultural Issue Dra. Sri Hilmi Pujihartati,M.Si mempresentasikan makalahnya yang berjudul Traditional Game to Educate Togetherness by Anak Bawang Community dan Dra. Sri Yuliani, M.Si yang makalahnya berjudul The Participation of Surakarta Children Forum in Annually Commuity Consultations on Development Planning as a Democratic Education Media. Sementara itu pada ruang terpisah dengan isu yang sama Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si menyampaikan makalahnya yang berjudul Developing Training and Vocational Education for Achieving Gender Equality: Good Practice on Implementation of Gender Responsive Family Education Program in Demak Indonesia,  Dr. Argyo Demartoto  mempresentasikan makalahnya yang berjudul Photovoice as a promotion Media to Grow Empathy Leads to Non Discriminating Treathment Against People Living eith HIV/AIDS.  Masih pada sub tema yang sama, namun pada ruang yang berbeda Dr. Sudarmo, MA juga mempresentasikan makalahnya yang berjudul Towards Collaborative Governance for Conflict Resolution of Diverse Interest Groups.

Seluruh paper yang telah lolos seleksi, akan diterbitkan pada conference proceedings CRC Press/Balkema Taylor & Francis Group (terindeks Scopus dan Thomson Reuters).  Besar harapan FISIP  UNS seluruh makalah yang telah dipresentasikan oleh tim FISIP dapat dipublikasikan melalui proseding yang terindex Scopus dan atau Thomson Reuters sehingga mampu berkontribusi bagi peningkatan KPI FISIP UNS, Semoga….

(release kegiatan International Conference on Technical and Vocational Education and Training (TVET) ,  Maryani FISIP UNS)

print

Share This: