Peran Kepahlawanan Umat Islam dalam Sejarah

 

img-20161122-wa0037Rabu  16 Nopember 2016, bertempat  Ruang Seminar Lembaga Kegiatan Islam (LKI), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar kegiatan Dugem (Duduk Gembira Mengaji) dengan tema “Menyingkap Peran Kepahlawanan Umat Islam dalam Sejarah” dengan  mengundang pembicara Ustad Rosnendya Yudha Wiguna yang saat ini mengemban amanah sebagai  Ketua Bidang Pusat Studi Kebangsaan dan Wildan Wahyu Nugroho selaku Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS 2016.

Kegiatan  ini merupakan agenda tetap LKI dalam upaya memberi pencerahan dan keilmuan bidang keislaman kepada mahasiswa dan perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di FISIP UNS dan tema yang diangkat kali ini berkaitan dengan peringatan hari pahlawan, 10 November 2016 lalu. Kegiatan yang dilaksanakan pukul 16.00 ini mengajak  peserta yang hadir dapat  mengkaji peran kepahlawanan umat islam dalam sejarah bangsa Indonesia sebelum, selama dan sesuadah kemerdekaan hingga saat ini.

img-20161122-wa0038

Menurut Wildan, dalam paparannya menyampaikan peran pemimpin muslim baik seperti Pangeran Imam Bonjol di Sumatera Barat, Pangeran Diponegoro di Tanah Jawa maupun yang sudah terorganisir seperti  organisasi Budi Utomo yang diprakarsai oleh tokoh-tokoh umat islam  memiliki peran dalam menggerakkan masyarakat Indonesia dalam merebut, mempertahankan dan memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia seperti peran Jendral Soedirman,  Bung Tomo yang dengan sekuat tenaga memperjuangkan di Negara dan membela Indonesia. Jiwa keberanian dan rasa cinta tanah air dari beberapa tokoh tersebut  agar terus dapat diteladani oleh masyarakat Indonesia sehingga setiap tanggal  10 November diperingati  sebagai hari pahlawan. Karena Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai jasa-jasa dari para pendahulunya.

Panitia Kegiatan Dugem
Panitia Kegiatan Dugem

Ustad Rosnendya menambahkan, saat ini peran dari  banyak tokoh islam  dalam memerdekakan Indonesia banyak dirasakan manfaat hingga generasi saat ini misalnya  Kiai Haji Ahmad Dahlan melalui  Muhammadiyah yang bergerak dalam bidang pendidikan, kesehatan masyarakat maupun amal usaha lain, Kiai Haji Hasyim Asy’ari dengan Nahdlatul Ulama-nya yang pengaruhnya dapat dirasakan dari dalam maupun  manca Negara, peran RA Kartini dalam memperjuangkan peran wanita dengan  membela hak-hak kaum perempuan serta tokoh-tokoh islam lainnya yang kepahlawanannya tidak diragukan lagi.  (Maryani FISIP UNS, sumber M. Luthfi).

print

Share This: