Pembekalan Magang Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional FISIP UNS

Pembicara dan Moderator dalam kegiatan Pembekalan Magang
Pembicara dan Moderator dalam kegiatan Pembekalan Magang

Memasuki dunia kerja bagi sebagian lulusan merupakan sesuatu yang menegangkan bila tidak dipersiapkan sebelumnya.  Banyak kegagalan yang didapat terkadang bukan karena tidak mampu secara akademis melainkan karena factor lain yang tidak m berhubungan dengan pekerjaan  itu sendiri. Untuk itu guna membekali  mahasiswa terkait softskill dan akademiknya, Program Studi Hubungan Internasional FISIP UNS mengadakan kegiatan Pembekalan magang bagi mahasiswa angkatan 2015 dan 2016.

Pembekalan magang ini dilaksanakan Selasa, 15 Nopember 2016 bertempat di Ruang Seminar FISIP UNS mulai pukul 09.00-12.00 WIB dengan narasumber Drs. Suwito Hadiatmojo, MPA dan Drs. Nugroho Tomo. Dalam kata sambutan yang disampaikan oleh Drs. Ign Agung Satyawan,M.Si mewakili Kepala Prodi Hubungan Internasional yang berhalangan karena tugas keluar kota disampaiakan bahwa magang harus digunakan oleh para peserta magang untuk menambah pengetahuan, pemahaman sekaligus harus bisa digunakan untuk mendukung pencarian data saat penulisan skripsi nantinya. Magang ini juga  menjadi sarana bagi para peserta magang bersentuhan langsung dengan instansi yang digunakan magang sehingga Beliau berpesan tunjukkan kemampuan dan semua prestasi yang dimiliki dan tunjukkan bahwa Prodi Hubungan Internasional FISIP UNS itu berkualitas dan layak bersaing didunia kerja nantinya yang disambut dengan tepuk tangan  para peserta magang dirangan tersebut.

Baca : Prodi HI FISIP UNS akan Selenggarakan Kegiatan Magang

2Dalam paparannya Drs. Suwito Hadiatmojo, MPA meyampaikan beberapa trik yang membuat kegagalan dalam interview kerja misalnya berpakaian kurang sopan, bersikap seenaknya, bercerita keburukan pihak lain, bahasa tubuh yang mengganggu, mengeluh, datang terlambat, tidak memahami perusahaan/instansi  yang dilamarnya, berbicara tentang kepribadian diri yang terlalu banyak, berbicara tidak pantas dan tidak mau mengenal lebih dalam tentang perusahaan/instansi yang dilamarnya.

Sedangkan Drs. Nugroho Tomo, menyampaikan materi tentang aktualisasi diri  bagi peserta magang  melalui NGO (non governmental organization) yaitu wadah untuk mengaktualisasikan diri termasuk idealisme dan imbalan dengan keperpihakan pada masyarakat kurang beruntung karena NGO fokus bermain di level grass-root, untuk mendapatkan amunisi melakukan advokasi kepada pemerintah di semua level, sebagai mitra pemerintah dalam memandirikan masyarakat, community based approach sebagai ciri kuat program NGO serta Act locally think globally, bertindak di skala kecil namun berfikir dalam konteks global. (Maryani FISIP UNS)

print

Share This: