Dosen dan Mahasiswa Didorong Miliki Kemampuan Berkompetisi Dalam Hibah Penelitian

14963139_1373426076001306_8357096343956675939_nSenin, 7 Nopember 2016, Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret (FISIP UNS) menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Proposal Penelitian Berbasis Roadmap Riset”. Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Seminar FISIP UNS mulai pukul  12:30 sampai dengan 14:45 WIB menghadirkan Pembicara Drs.  Yulius Slamet, M.Sc., Ph.D. Dra. Rara Sugiarti, M.Tourism., dan Dr. Mahendra Wijaya,M.S. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keinginan Prodi Sosiologi dalam mendorong dan membekali pengetahuan serta ketrampilan dosen dan mahasiswa Program Studi Sosiologi FISIP UNS dalam menyusun proposal yang mampu lolos dalam seleksi hibah kompetisi secara nasional.

Menurut Dekan FISIP UNS, Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si., pelatihan dan pendampingan  penyusunan proposal  ini memiliki tiga arti penting  yaitu pertama, dosen dan mahasiswa mampu membuat proposal secara baik yang mampu lolos dalam kompetisi hibah baik dari Dikti maupun yang didesentralisasikan oleh UNS, Kedua, kalau proposal tersebut  didanai oleh penyandang dana, seperti Dikti, maka keluaran seperti artikel di jurnal nasional terakreditasi ataupun jurnal internasional bereputasi, akan dapat menyumbang KPI (Key Performance Indicator) bagi FISIP UNS menuju World Class University. Ketiga, hasil riset  yang dihasilkan akan dapat mendukung proses belajar mengajar di kelas dan dapat bermanfaat bagi publik yang lebih luas.

14955980_1373426079334639_8771327907766075772_nSementara Kepala Program Studi Sosiologi FISIP UNS, Dr. Ahmad Zuber, D.E.A., menyampaikan bahwa Profile Kompetensi Lulusan Sosiologi FISIP UNS mencakup  empat kompetensi  yaitu : Sebagai Peneliti Sosial (Social  Researcher); Perencana Pembangunan Masyarakat dan Konsultan Pembangunan Sosial (Societal Development Planner and Social Development Consultant); Analis Pembangunan Komunitas (Community Development Analyst); dan Analis Permasalahan Sosial (Social Problem Analyst). Kemudian dalam mewujudkan penciri  khas Sosiologi FISIP UNS yaitu Sosiologi Pembangunan dan Perubahan Sosial maka diharapkan melalui kegiatan ini dapat kita jadikan sebagai upaya untuk mewujudkan capaian di atas.

Dra. Rara Sugiarti, M. Tourism., menyampaikan paper tentang Strategi Penyusunan Proposal, Dr. Yulius Slamet, M.Sc., berbicara tentang Strategi Penyusunan Laporan Penelitian, Dr. Mahendra Wijaya berbicara tentang “Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dalam Sosiologi”.  Menurut Dra. Rara Sugiarti, M. Tourism., proposal yang baik yaitu proposal yang mencakup dua karakteristik utama. Pertama, unsur fisik, kedua unsur non fisik. Secara fisik, terkait hibah penelitian DIKTI, penyusunan proposal harus mengikuti panduan. Sering kali ada perubahan panduan penyusunan proposal. Oleh karena itu penyusunproposal harus membaca secara hati-hati dan teliti. Kemudian penyusun mampu membuat positioning (memposisikan diri), dan research gap (kesenjangan penelitian) untuk membuat novelty seeking, membuat road map riset, membentuk tim kepakaran, melakukan koordinasi intensif, melakukan final edit bersama Tim, dan yang terakhir mengumpulkan proposal, dan perlu melakukan langkah antisipasi. Kemudian terkait unsur metafisik, menurut Dra Rara Sugiarti, M. Tourism, adalah banyak berdo’a mudah-mudahan reviwer dibukakan mata hatinya untuk dapat mengikuti jalan pikiran penyusun proposal dan menerimanya sebagai proposal yang pantas untuk didanai.

15032934_1373425869334660_7020809376469510271_nKemudian Dr. Yulius Slamet, M.Sc., menyampaikan bahwa pelaporan hasil penelitian yang baik, yaitu pertama, terkait hasil dan pembahasan, menurutnya, hasil penelitian seharusnya disampaikan secara obyektif, dan bebas nilai. Kemudian pembahasan dilakukan dengan cara mendialogkan dengan teori-teori yang dipakai. Dimana letak kekuatan dan kelemahan dari masing-masing teori yang digunakan, kemudian sampai pada pemikiran bahwa peneliti dapat menghasilkan atau menyusun teorinya sendiri. Kemudian terkait dengan kesimpulan, seharusnya kesimpulan terkait dengan jumlah pertanyaan yang diajukan. Kalau ada tiga pertanyaan, maka seharusnya ada tiga kesimpulan juga. Kemudian terkait dengan saran biasanya ada saran untuk policy maker, dan bagi peneliti selanjutnya. Kemudian terkait dengan implikasi, seharusnya ada implikasi teoritis, implikasi metodologis.

Kemudian Dr. Mahendra Wijaya, M.S., menyampaikan secara umum di sosiologi ada dua mainstream penelitian, yaitu penelitian kuantitatif, dan penelitian kualitatif. Penelitian kuantitatif menekankan pada angka, ada variable bebas, dan juga variabel terikat, dan juga berusaha untuk mencari kesimpulan umum dari penelitian. Sedangkan dalam penelitian kualitatif lebih menekankan pada alur cerita (deskripsi kata-kata), peneliti sekaligus sebagai instrumen penelitian, dan hasil kesimpulan lebih diserahkan kepada pembaca. (Maryani FISIP UNS)

print

Share This: