Seminar Nasional “Dari Pemimpi Jadi Pemimpin”

 

1Seminar Nasional yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara (HIMAGARA) merupakan puncak dalam rangkaian acara ANFest 2016. Dengan mengusung topik Kepemimpinan dan Feminisme dan bertemakan “Dari Pemimpi Jadi Pemimpin” menghadirkan tiga wanita inspiratif yaitu Dian Sasmita, pendiri Yayasan Sahabat Kapas yang berperan sebagai sahabat bagi anak-anak yang berada dalam Rumah Tahanan agar tidak berkecil hati dan merasa diabaikan,  Prof Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret (FISIP UNS) dan  Puteri Indonesia 2015, Anindya Kusuma Putri. Ketiga pembicara ini berbagi kisah bersama para peserta dengan didampingi oleh Tria Rahmawati sebagai moderator,  Alumnus Sosiologi FISIP ini juga tidak kalah menarik dengan gayanya yang santai namun berbobot. Acara digelar di Grha Wisata mulai pukul 09.00-13.00 WIB, Sabtu, 29 Oktober 2016.

2Dari awal hingga akhir acara berlangsung menarik.  Ketiga narasumber saling bercerita mengenai cemoohan, hambatan, hingga akhirnya mereka bisa pada posisi sekarang ini. Dian Sasmita meluruskan pandangan orang awam mengenai Narapidana anak pasca keluar dari tahanan, Prof. Ismi sebagai figur pemimpin perempuan karena kedudukannya sebagai Dekan FISIP, dan Anindya Putri sebagai inspirator muda-mudi khususnya perempuan. Kunci dari kesuksesan mereka adalah adanya konsistensi dalam mengejar mimpi.

Dalam acara ini juga disinggung mengenai kesetaraan perempuan dan laki-laki. Menurut Prof Ismi, berkat dukungan keluarga  beliau bisa menjadi seperti sekarang ini, jadi perempuan boleh melakukan apapun yang diinginkan tanpa meninggalkan kodratnya sebagai bagian dari keluarga selain itu Beliau merasa beruntung karena memiliki pendamping hidup  yang pengertian dan mendukung segala apa yang dilakukan. Lebih jauh Prof Ismi memberikan beberapa tips dalam meraih mimpi, pertama :  menentukan mimpi dan yakin dengan mimpi tersebut, kedua : mengenali potensi diri dan bergaul dengan banyak orang sehingga dapat menambah pengetahuan dan pengalaman yang berdampak pada potensi diri yang tergali dan terasah,  ketiga menyikapi kehidupan  dengan positive thinking dan yakin dengan posisi diri dan terakhir  untuk meraih mimpi melakukan hal yang  bermanfaat dan tidak membuang waktu.

Sedangkan menurut Anindya yang juga merupakan mantan atlet badminton,  segala tantangan  yang ada digunakan untuk memacu kemampuan  dan terus belajar dalam segala aspek baik dari sisi fisik dengan  berdandan hingga belajar softskill seperti Bahasa Inggris dengan memasuki organisasi berbasis Internasional di Universitas Diponegoro tempatnya menimba ilmu. Anindya Kusurna Putri juga memberi  empat tips  dalam meraih cita-cita. Pertama, dengan bermimpilah sebanyak-banyaknya dan tidak lupa mencatatnya sebagai pedoman dan tujuan yang ingin dicapai, kedua, believe, harus memiliki kepercayaan akan kemampuan dalam meraih mimpi-mimpi tersebut, ketiga action (aksi)  karena mimpi tanpa action is nothing. dan yang keempat adalah dengan  berusaha  semaksimal rnungkin.

3Dian Sasmita sebagai narasumber ketiga berpesan kepada semua  pemuda harus  mampu  memanfaatkan waktu sebaik-baiknya  dan menjadi pribadi mandiri yang  dapat mengekspresikan potensi yang dimiliki, mumpung masih sehat dan ada kesempatan, dan sebisa mungkin  peduli terhadap lingkungan di sekitarnya tukasnya.

Pada clossing statement, masing-masing pembicara mengajak semua pemuda untuk terus bermimpi dan bersiap melangkah untuk meraihnya tanpa kenal lelah karena tidak ada yang mustahil baik laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama.

4Seminar Nasional ini dibuka dengan penampilan Tari Saman dari Fakultas Kedokteran UNS dan ditutup dengan penampilan To Be Continue Band yang personilnya adalah mahasiswa UNS. Peserta yang hadir mencapai 800 orang yang datang dari berbagai kalangan, baik mahasiswa maupun umum. Mahasiswa yang hadir tidak hanya dari UNS tetapi dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Slamet Riyadi (UNISRI), Universitas Setia Budi (USB), hingga Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dari Salatiga juga turut memeriahkan acara ini.(Maryani FISIP UNS)

print

Share This: