MEA dan Masyarakat Solo

pak-agung1Masyarakat Indonesia harus bisa memanfaatkan peluang yang ada pada pasar tunggal negara-negara Asia Tenggara yakni Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).  Demikian disampaikan Kasubdit Kerjasama Ekonomi ASEAN Kementerian Luar Negeri RI, Berlianto Situngkir dan Ketua Pusat Studi ASEAN sekaligus dosen FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Drs. Ign. Agung Satyawan, SE, S.Ikom. MSi. PhD pada workshop penguatan pemahaman konsep MEA di kalangan aparatur kecamatan dan kelurahan Kota Solo, Kamis 20 Oktober 2016 di Hotel Lor Inn, Solo.

Dalam release kegiatan yang diterima,  kegiatan workshop  yang dimoderatori dosen Prodi Hubungan Internasional FISIP UNS Lukman Fahmi SIP, MSi ini, Berlianto mengharapkan agar publik Indonesia mulai mengubah mindset mengenai MEA bahwa MEA adalah sesuatu yang penting dan harus dihadapi. Untuk itu, sambungnya, memaanfaatkan peluang-peluang dalam MEA mutlak dilakukan agar bangsa Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara anggota ASEAN lain. “Banyak keunggulan yang dimiliki masyarakat Indonesia untuk bisa berkompetisi di tataran MEA. Sebagai contoh usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Indonesia banyak yang bagus-bagus. Potensi ini perlu terus didorong agar UMKM Indonesia bisa makin bersaing di level ASEAN,” ujarnya.

Sementara narasumber lain  Agung Satyawan Ph.D  menyampaikan MEA telah dimulai sejak akhir tahun 2015. Bukan hanya pasar bebas pada berbagai komoditas barang, namun MEA juga membuka kran untuk kompetisi di sektor jasa seperti pendidikan dan kesehatan. Untuk itu, menurutnya setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan sebagai upaya merespons MEA yakni optimalisasi pengolahan sumber daya alam, peningkatan mutu sumber daya manusia dan perbaikan infrastruktur.

“Memasuki era MEA saat ini, posisi dan peran aparatur pemerintah seperti lurah dan camat sangat strategis sebagai ujung tombak dalam optimalisasi sumber daya yang dimiliki. MEA menciptakan peluang-peluang peningkatan perekonomian bangsa sehingga harus benar-benar dimanfaatkan,” ujar doktor jebolan Universiti Utara Malaysia (UUM) ini.

Kegiatan ini dibuka Asisten Pemerintahan Sekda Pemkot Solo, M. Said Romadlon mewakili Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo. Sebanyak 52 peserta mengikuti kegiatan terkait yang berasal dari aparatur camat dan lurah se-Kota Solo. Selain untuk penguatan aparatur negara dalam merespons MEA, perhelatan ini juga sebagai rangkaian pengabdian kepada masyarakat Pusat Studi ASEAN UNS.

print

Share This: