Sebuah Prestasi Perjalanan yang Tercecer dari Sapporo Jepang….

hisas-2016

Delegasi dari FISIP UNS yang diketuai oleh Intan Purnama Sari dan beranggotakan Fitri Damayanti beserta Nabiila Yumna Ghina dengan dosen Pembimbing Siti Zunariyah S.Sos, M.Si telah lolos seleksi paper penelitian dan presentasi di Hokkaiodo University, Sapporo, Jepang. Rangkaian kegiatan The 13th Hokkaido Indonesian Student Association Scientific Meeting (HISAS 2016) terdiri dari sesi presentasi dan field-trip dalam sebuah konferensi yang diikuti oleh mahasiswa, akademisi, dosen, dan profesor dari berbagai negara sebagai delegasi dalam diskusi dan presentasi paper penelitian yang membahas mengenai kemajuan ilmu pengetahuan untuk kemanusiaan, keamanan makanan, dan kesejahteraan. Walaupun kegiatan tersebut telah dari tanggal 5 sampai 6 Maret 2016 dengan menggunakan 3 tempat yang berbeda dalam pelaksanaannya, yaitu Faculty of Letter, Hokkaido University,Sapporo Sewerage Science Museum, dan Sapporo Disaster Prevention Center namun tetap layak dijadikan pembelajaran bagi semua karena ajang ini juga sudah pernah diikuti sebelumnya oleh mahasiswa FISIP UNS lain seperti Triana Rahmawati, dan Maflahah dari Prodi Sosiologi dan Hirzi dari Prodi Ilmu Komunikasi. Bukanlah sesuatu yang mudah untuk dapat tampil dalam kegiatan  bergengsi ini karena para peserta berasal dari jenjang pendidikan S1 dan S2 dari berbagai universitas di daerah Asia, terutama dari Indonesia, Taiwan, maupun Jepang.

 img-20160305-wa0010Dalam pembukaan acara The 13th Hokkaido Indonesian Student Association Scientific Meeting (HISAS 2016) diawali dengan penyambutan tari jawa yang ditarikan oleh mahasiswa Hokkaido University asal Indonesia. Selanjutnya sambutan dari Ketua Panitia HISAS 2016, Heru Santoso. Konferensi HISAS 2016 dibuka oleh Ambasador Republik Indonesia di Jepang, Yusron Ihza Mahendra. Untuk menambah ilmu, HISAS 2016 mengadakan pemaparan materi sebagai bentuk diskusi dan belajar bersama dosen, akademisi, maupun professor dari Indonesia maupun Jepang. Materi pertama dipaparkan oleh Dr. Ir. Alinda Medrial Zain, M.Si mengenai “The Role of Green City Program for Developing Sustainable Urban Ecosystem”. Materi kedua disampaikan oleh Yoshitaka Uchida, PhD mengenai “Agriculture and Environmental Science : Understanding Nutrient Cycles in Different Scale”.

Inti acara The 13th Hokkaido Indonesian Student Association Scientific Meeting (HISAS 2016) adalah mempresentasikan hasil penelitian yang lolos seleksi. Sesi presentasi dibagi dalam beberapa kelompok kecil sesuai dengan topik penelitian, yaitu social and humanities, environmental and natural sciences, dan engineering and future teqnology.

hisas-2016Menurut Intan Ketua tim delegasi HISAS 2016 ini mereka masuk dalam kelompok environmental and natural sciences dengan  paper yang berjudul Well Water Pollution caused by Centra Batik Industry in Kliwonan, Sragen, Central Java, Indonesia in Ecofeminism Perspective mengangkat isu gender yang masih berada dalam sistem patriarki bersamaan dengan kerusakan lingkungan akibat industrialisasi batik di Kliwonan, Sragen, Jawa Tengah, tim delegasi menawarkan solusi penjernihan air menggunakan biji kelor. Presentasi dilakukan dengan menggunakan powerpoint selama 10 menit, dan dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab selama 5 menit dalam bahasa inggris.

Dalam acara tersebut juga dilaksanakan kegiatan Field-trip dihari kedua konferensi. Field-trip ini  diadakan agar peserta dapat menambah pengalaman dan pengetahuan selama berada di Jepang. Sapporo Sewerage Science Museum yang terletak di Asabu-Cho 8-Chome, Kita-Ku, Sapporo, Jepang adalah tempat dimana mereka dapat melihat dan belajar mengenai manajemen pengelolaan air di Sapporo. Air yang berasal dari hujan, salju, bahkan limbah toilet di seluruh kota dapat dimanfaatkan dengan cara didaur ulang siklusnya menggunakan pompa dan dikumpulkan menjadi satu menuju Sapporo Sewerage Science Museum lalu ditampung dan diproses hingga menjadi air bersih kembali.

Masih menurut Intan, Field-trip selanjutnya dilaksanakan  di Disaster Prevention Center yang bertujuan  agar semua peserta dapat belajar mengenai manajemen bencana alam. Sebagaimana diketahui bahwa Jepang sangat rentan terhadap bencana alam. Peristiwa bencana alam memang tidak bisa dihindari namun bagaimana  antisipasi terhadap bencana tersebut dilakukan  agar dampaknya tidak begitu parah, kata Intan. Dia lalu memberi beberapa contoh seperti bencana tsunami dan gempa bumi, bahkan kebakaran dapat diantisipasi setelah diketahui dan dipahami  tanda-tanda akan terjadinya bencana tersebut dan kemudian dilakukan tindakan yang benar saat bencana terjadi, sehingga dapat mengurangi  atau  minimalisir jumlah korban yang terdampak. (Maryani FISIP UNS)

print

Share This: