Visiting Lecture “ Critical Literacy for International Publication”

4Selasa, 4 Oktober 2016 bertempat di Ruang Seminar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret (FISIP UNS), telah dilaksanakan kegiatan visiting lecture dengan tema critical  literacy for internasional publication dengan menghadirkan keynote speaker Sita Van Bemmelen, Ph.D. yang diikuti oleh  dosen dan mahasiswa yang  hampir menyelesaikan studinya di FISIP UNS ini.  Sita Van Bemmelen, Ph.D  adalah seorang Freelance gender consultant, content editor · Kota Denpasar Lulus magister di Free University of Amsterdam  2012, pernah belajar di  Jurusan History Indonesia di Utrecht University dan  Gymnasium Camphusianum Gorinchem dan telah menjadi konsultan dibidang gender UNDP, Bank Dunia, manager Proyek gender di Universitas Indonesia serta telah mengedit beberapa buku akademik dalam bahasa Inggris da Indonesia tentang  gender, kesehatan reproduksi dan sejarah Indonesia. dan menikah dengan dengan Oka Pidada warga Bali dan sekarang tinggal di Denpasar Bali Indonesia.

Dalam sambutannya Dekan FISIP UNS Prof Ismi mengucapkan terima kasih kepada Sita Van Bemmelen yang dulu pernah menjadi pengajar gender beliau dan bersedia hadir memberikan kuliah umum terutama kepada mahasiswa FISIP  yang saat ini sedang digalakkan dapat menulis dan mempresentasikan hasil karyanya baik dalam bentuk artikel maupun jurnal. Lebih jauh beliau menyampaikan kegiatan visiting lecture  yang diprakarsai oleh Tim Percepatan Internasionalisasi FISIP UNS perlu diapresiasi karena telah membuka banyak kesempatan bagi dosen dan mahasiswa dalam mempresentasikan karya  dan penelitiannya baik melalui artikel maupun jurnal berstandar nasional. Karena saat ini juga telah diinisiasi  kerjasama international  seperti dengan Burapha University, Yunan University, Kurume University dan  Warren Wilson Colege Amerika sehingga diharapkan dapat meningkatkan indeks kinerja FISIP UNS juga dapat mempercepat Internasionalisasi  UNS dalam 500 perguruan tinggi dunia yang telah dicanangkan oleh pimpinan UNS.5

Dalam paparannya Sita biasa dipanggil menyampaikan bahwa literasi diartika sebagai buku, atau yang aksara dimana critical literacy secara singkat diartikan sebagai mengkritisi berbagai aksara atau tulisan tertentu. Dalam hal ini dimaksudkan untuk sebuah publikasi baik nasional maupun internasional.

Masyarakat Indonesia  memiliki keragaman etnis, budaya, agama, ras yang terbentuk dalam kebudayaan Indonesia yang kaya  sehingga memungkinkan mengambil akar budaya asli Indonesia tersebut dalam sebuah tulisan yang dapat dipublikasikan berdasarkan teori-teori ke Indonesiaan. Hal ini dimaksudkan karena selama ini peneliti Indonesia belum banyak melihat dan menampilkan  model atau teori yang berasal dari indonesia sendiri dan masih banyak mengadospsi pemikiran dari luar yang mungkin belum sesuai dengan budaya Indonesia.

3Melalui critical  literacy  diharapkan mahasiswa, dosen dan masyarakat luas lainnya mampu kemampuan menulis dan membaca, dan menganalisis fenomena yang terjadi dilingkungan sekitar  sehingga  menjadi pembiasaan  berfikir yang diikuti oleh sebuah proses membaca, menulis yang pada akhirnya akan menciptakan karya berdasarkan budaya Indonesia. Banyak Hal yang bisa digali dari keberadaan masyarakat Indonesia ini.  Banyak contoh yang diberikan seperti budaya local yang memiliki nilai historis  yang tidak dimiliki oleh Negara lain sehingga menjadi ciri khas yang hanya dimiliki oleh masyarakat Indonesia.

Lebih lanjut Sitta Van Bemmelen juga memberikan trik agar tulisan yang dibuat dapat diterima oleh masyarakat luas maka diperlukan kemampuan berbahasa internasional seperti bahasa inggris misalnya agar karya yang dihasilkan dapat diterima dan dipelajari bukan hanya oleh bangsa Indonesia tetapi juga masayakat di seluruh penjuru dunia. (Maryani FISIP UNS)

print

Share This: