Pejuang Perbatasan, Wujud Kontribusi Untuk Negeri

2Marching For Boundary (MFB) merupakan salah satu program dari beasiswa aktifis nusantara (BAKTI NUSA) Dompet Dhuafa. Sesuai dengan maknanya, pejuang perbatasan yang merupakan para penerima manfaat beasiswa BAKTI NUSA ini dituntut untuk menjadi baris terdepan dalam pengembangan daerah perbatasan. Daerah perbatasan merupakan “beranda” sebuah negara. Ibarat sebuah rumah, “beranda” ini merupakan tempat singgah para tamu. Baik buruknya “beranda” merupakan potret dari kondisi rumah tersebut. “Beranda” Indonesia jauh dari kata baik. Masih banyak kekurangan sana- sini, terutama segi pendidikan.

1MFB tahun ini ditempatkan di 3 titik, yaitu di Nunukan, Kalimantan Utara, Kepulauan Meranti, Riau, dan Kapuas Hulu Kalimantan Barat. Maflahah salah seorang mahasiswa dari Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret (FISIP UNS) angkatan 2013 ditemani Elis Nuraeni (UNPAD) ditempatkan di Kepulauan Meranti, Riau. Daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura dengan perairan sebagai batasnya. Maflahah bersama dengan delegasi dari Universitas lainnya telah diberangkatkan sebagai pejuang perbatasan pada tanggal 29 Agustus 2016 dan akan mengemban amanat selama 1 bulan kedepan. Dan Dia ditempatkan di Desa Sokop Kepulauan Meranti Riau.

Adapun beberapa program yang dikerjakan disini yaitu inisiasi “Beranda Pintar” sebagai sarana penunjang belajar di sekolah dan taman baca untuk masyarakat. Program ini juga  fokus ke bidang pendidikan berdasarkan latar belakang minimnya pendidikan dan motivasi belajar yang rendah masyarakat setempat. Angka buta huruf yang tinggi juga menjadi faktor pendorong para peserta  membuat “beranda pintar”.  Dan antusias anak- anak dan masyarakat sangat besar terhadap program ini. Selain itu, beberapa program pendukung diantaranya sosialisasi pendidikan tinggi, pendampingan remaja masjid, sosialisasi dan penyuluhan kesehatan rumah tangga, pendidikan dalam keluarga, dan pemberdayaan masyarakat. Alhamdulillah katanya semua kegiatan yang dilakukan ini  di fasilitasi oleh yayasan Dompet Dhuafa selama satu bulan penempatan.

3Menurut Imaf panggilan akrab Maflahah dalam wawancara jarak jauhnya menyatakan bahwa Program ini tidak hanya “memaksa” para pesertanya untuk menjadi pemimpin sejati, tetapi juga membiasakan diri berbaur dengan masyarakat dengan segala keterbatasan dan minimnya fasilitas yang ada. Berusaha memberikan sumbangsih ide dan gagasan untuk masyarakat dengan harapan bisa membantu menyelesaikan masalah- masalah yang ada di masyarakat walaupun hanya sedikit. Sebuah perjalanan dan pembelajaran selama satu bulan di perbatasan untuk mengenal lebih Indonesia,  mengenal budaya dan keanekaragaman masyarakatnya  serta  wujud bakti nyata  terhadap ibu pertiwi. (Maryani FISIP UNS) (Foto Kiriman dari Maflahah Riau)

Tentang Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) baca DISINI

print

Share This: