Sejarah Perkembangan

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret (FISIP UNS) berdiri pada tahun 1976, bersamaan dengan peresmian berdiri­nya Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret dengan Keputusan Pre­si­den Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1976 Tentang Pendirian Uni­versitas Negeri Surakarta Sebelas Maret, tanggal 8 Maret 1976.

Pada saat kelahirannya, FISIP bernama Fakultas Sosial Politik, dan merupakan salah satu dari 9 (sembilan) Fakultas yang dibuka pada waktu itu yaitu: (1) Fakultas Ilmu Pendidikan; (2) Fakultas Keguruan; (3) Fakultas Sastra Budaya; (4) Fakultas Sosial Politik; (5) Fakultas Hukum; (6) Fakultas Ekonomi; (7) Fakultas Kedokteran; (8) Fakultas Pertanian; dan (9) Fakultas Teknik.

Pada saat berdiri, FISIP memiliki dua jurusan, yaitu Jurusan Ad­ministrasi Negara dan Jurusan Publisistik. Pada tahun 1982, berdasar­kan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor  55 Tahun 1982 Tentang  Susunan Organisasi Universitas Sebelas Maret, nama Fa­kultas Sosial Politik diubah menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret.  Kemudian berdasarkan Surat Keputusan Men­dikbud Republik Indonesia Nomor  017/0/1983, tanggal 14 Maret 1983 nama Jurusan juga berubah menjadi Jurusan Ilmu Administrasi dan Jurusan Ilmu Komunikasi.

Dengan Surat Keputusan Mendikbud Republik Indonesia  Nomor 055/0/1983 tanggal 8 Desember 1983 tentang “Jenis dan Jumlah Jurus­an pada Fakultas di Lingkungan Universitas Sebelas Maret”, FISIP UNS menambah satu Jurusan baru, yaitu Jurusan Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU). Jurusan ini khusus melayani Mata Kuliah Dasar Umum di se­mua Program Studi (Prodi) di lingkungan Universitas Sebelas Maret dan  berada di bawah tim MKDU Universitas Sebelas Maret.

Dengan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor  27/Dikti/Kep./1986 tanggal 29 Mei 1986, di FISIP UNS dibuka Program Studi Sosiologi yang mengawali penyelenggaraan perkuliahannya pada semester Juli-Desember 1986. Terakhir dengan Surat Keputusan Direk­to­rat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebuda­yaan Republik Indonesia Nomor 66/Dikti/Kep./1998, tanggal 2 Maret 1998 Program Studi Sosiologi menjadi Jurusan Sosiologi yang merupa­kan Program Sarjana (S1) dan berada di bawah Dekan.  Kemudian jenis dan jumlah Program Studi di setiap Jurusan pada Fakultas-Fakultas di ling­kungan UNS juga ditata/dibakukan berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Dikti Depdikbud R.I. Nomor 222/Dikti/Kep./1996 Tentang Prog­ram Studi pada Program Sarjana di Lingkungan Universitas Sebelas Ma­ret. Program Studi pada Jurusan Ilmu Administrasi dan Jurusan Ilmu Ko­mu­nikasi masing-masing adalah Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Komu­nikasi dan Sosiologi.

Pada bulan Juli tahun 2013, melalui Surat Keputusan Menteri Pen­didikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 257/E/O/2012 ten­tang Penyelenggaraan Program studi Hubungan Internasional (S-1) pada Univesitas Sebelas Maret di Surakarta secara resmi berdirilah Ju­rus­an Program Studi baru di lingkungan FISIP-UNS yaitu Jurusan Hu­bung­an Internasional (HI). Dengan berdirinya Jurusan Hubungan Inter­na­sional maka Program Studi di lingkungan FISIP-UNS menjadi empat yaitu Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Komunikasi, Sosiologi dan Hu­bung­an Internasional.

Pada tahun 2015, berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2014 tentang Or­ga­nisasi dan Tata Kerja Universitas Sebelas Maret,  nama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik berubah menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik dan nama jurusan diubah menjadi program studi.

Pada awal tahun berdirinya, sistem penyelenggaraan pendidikan di FISIP UNS adalah Sistem Kenaikan Tingkat (5 tahun). Sistem ini mem­bagi satu tahun akademik menjadi 2 (dua) semester dan pada setiap ak­hir semester yang kedua (akhir tahun akademik), mahasiswa dieva­luasi untuk menentukan apakah mahasiswa berhasil naik ke tingkat berikutnya atau harus mengulang. Mahasiswa yang dua kali berturut-tu­rut tidak naik tingkat dikenai DO (Drop Out).

Pada tahun 1979, untuk pertama kalinya di lingkungan UNS mu­lai diberjalankan Sistem Kredit Semester. Sistem ini dituangkan dalam SK Rektor UNS Nomor 073/PT40/C/79 tanggal 2 Januari 1979 Tentang Peraturan Sistem Kredit dan Sistem Kenaikan Tingkat Universitas  Sebe­las Maret. Keputusan Rektor tersebut mengatur:

  1. Peraturan Umum Sistem Kredit tahun 1979, di mana Program Pendi­dikan Sarjana ditempuh selama 4 Semester (selama-lamanya 3 ta­hun) sesudah program yang pertama. Jadi untuk mencapai jenjang Sarjana, sistem kredit ini memerlukan waktu paling cepat 5 tahun dan paling lama 11 tahun.
  2. Sistem Kenaikan Tingkat, di mana program pendidikan terdiri dari Prog­ram Sarjana Muda selama 3 tahun dan Program Sarjana selama 2 tahun sesudah Sarjana Muda (kecuali Fakultas Kedokteran, ma­sing-masing 4,5 dan 2,5 tahun).

 Keputusan Rektor tersebut mengharuskan FISIP UNS melakukan  penyesuaian-penyesuaian dalam sistem pendidikannya. Persiapan ke arah itu telah dituangkan dalam Buku Pedoman FISIP UNS Tahun 1979. Kemudian dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Mendikbud RI No­mor 0124/U/1979 tanggal 8 Juni 1979 yang menyangkut “Jenjang Prog­ram Pendidikan Tinggi di Lingkungan Depdikbud”, FISIP UNS mengambil langkah-langkah transisi mulai tahun akademik 1979/1980 sebagai ber­ikut :

  1. Menetapkan Program Strata Satu (S1) berdasarkan SK Mendikbud Nomor 0124/U/1979 bagi mahasiswa tahun akademik 1979/1980 yang tidak naik tingkat. Sistem ini dikenal dengan Sistem Kredit Stra­ta 8 (delapan)
  2. Menetapkan tetap berlakunya SK Rektor UNS Nomor 073/PT40 /C/79 tentang Sistem Kredit bagi mahasiswa Tingkat II ke atas. Sis­tem ini dikenal dengan Sistem Kredit Non Strata 10 Semester.

Penetapan-penetapan tersebut di satu pihak berarti FISIP UNS te­lah meninggalkan sistem kenaikan tingkat, di lain pihak berarti mulai memasuki suatu masa transisi dualisme dalam penerapan sistem kre­dit, dengan berbagai kesulitannya. Memang tidak mudah bagi FISIP UNS untuk pindah dari  satu sistem (Sistem Kenaikan Tingkat) ke sistem yang lain (Sistem Kredit) tanpa masa transisi yang sulit tadi. Kesulitan ma­sih ditambah dengan pelbagai tantangan yang harus dihadapi seper­ti peningkatan daya tampung mahasiswa, peningkatan produktivitas lulusan, peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga pengajar, penye­suai­an kurikulum, dan lain-lain.

Seiring berjalannya waktu, dualisme dalam  sistem penyeleng­ga­ra­an pendidikan ini dapat diakhiri sambil senantiasa memantapkan diri dalam pelaksanaan Sistem Kredit seperti diatur dalam SK Mendikbud Nomor 0124/U/1979 dan peraturan-peraturan lain dari Dirjen Dikti se­hubungan dengan pelaksanaan SK Mendikbud tadi. Upaya pemantapan itu tercermin dengan dikeluarkannya secara berturut-turut:

  1. SK Rektor UNS Nomor 150/PT40/Q/1980 tentang Peraturan Sistem Kredit untuk Program Strata Satu (S1) Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret.
  2. SK Rektor UNS Nomor 80/PT40/I/1983 tentang Peraturan Sistem Kredit Semester untuk Program Strata Satu (S1) Universitas Sebelas Maret.
  3. SK Rektor UNS Nomor 03/PT40/I/1987 tentang Peraturan Sistem Kre­dit Semester Universitas Sebelas Maret.

SK terakhir ini kemudian diperbaiki dengan  SK Nomor 71/PT40.H /I/1990 tanggal 11 April 1990 yang berlaku surut mulai tanggal 11 No­vember 1989 dan diperbaiki lagi dengan SK Rektor Nomor 177/PT.40.H /I/1992. Selanjutnya SK tersebut diperbarui dengan dikeluarkannya  SK Rektor Nomor 123/J27/PP/98 tanggal 12 Mei 1998. Dengan ditetap­kannya Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendi­dikan Nasional, maka SK Rektor Nomor 177/PT.40.H /I/1992 tentang Peraturan Sistem Kredit Semester Universitas Sebelas Maret dan  No­mor 177/PT.40.H /I/1992 tentang Sistem Belajar dan Penilaian Program Strata I (S-1) di lingkungan Universitas Sebelas Maret  diperbarui lagi de­ngan SK Rektor Nomor 475/J27/PP/2005 tanggal 11 Agustus 2005 tentang Peraturan Sistem Kredit Semester Universitas Sebelas Maret. Se­lanjutnya SK Rektor Nomor 475/J27/PP/2005 disempurnakan dengan Peraturan Rektor Universitas Sebelas Maret Nomor 459/H27/PP/2007 tanggal 21 Juni 2007 Tentang Peraturan Sistem Kredit Semester Univer­sitas Sebelas Maret; juncto Peraturan Rektor Universitas Sebelas Maret Nomor 669/H27/PP/2007 tanggal 11 Oktober 2007 Tentang Perbaikan Peraturan Rektor Universitas Sebelas Maret Nomor 459/H27/PP/2007 Tentang Peraturan Sistem Kredit Semester Universitas Sebelas Maret. Ter­akhir terbit Peraturan Rektor Universitas Sebelas Maret Nomor 553/H27/PP/2009 tentang  Pembelajaran Berbasis Kompetensi Dalam Sis­tem Kredit Semester Universitas Sebelas Maret.

Dekan FISIP UNS dari tahun 1976 sampai dengan saat ini adalah:

  1. M. Sartono (tahun 1976-1980)
  2. Soeharno (tahun 1981-1986)
  3. Parwoto (tahun 1986-1987)
  4. H. Zainuddin (tahun 1987-1993)
  5. Suparnadi (tahun 1993-1995)
  6. H. Zainuddin (tahun 1995-1998)
  7. Dwi Tiyanto, S.U. (tahun 1998 – 2007)
  8. Supriyadi SN, S.U. (tahun 2007 – 2011)
  9. Drs. Pawito, Ph.D. (tahun 2011 – 2015)
  10. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si. (2015- sampai sekarang)

Daya tampung mahasiswa FISIP senantiasa disesuaikan dengan kapasitas sumberdaya serta sarana dan prasarana pendukung pembe­la­jaran yang ada, sehingga memenuhi kualitas proses belajar mengajar yang ideal.  Hal ini disertai dengan penerapan kelas paralel dalam pro­ses perkuliahan tatap muka yang mulai dilaksanakan pada semester Januari-Juni 1990.

Kualitas akademik ditingkatkan melalui pendidikan S2 bagi tena­ga kependidikan dan S3 bagi tenaga pendidik/dosen, baik di dalam mau­pun di luar negeri, serta upaya lain seperti kursus-kursus, penatar­an, workshop, bimbingan teknis, dan lain-lain.

print

Share This: