Penilaian

  1. Penilaian ujian minimal dua kali uji kompetensi dalam satu semes­ter. Dosen masih diperbolehkan melakukan penilaian terhadap mahasiswa di luar dua uji kompetensi tersebut. Penilaian dapat be­rupa tes dan non-tes dimana:
    1. Skor penilaian diberikan dengan skala 100, batas kelulusan ialah 60.
    2. Nilai suatu mata kuliah mengikuti ketentuan sebagaimana tertu­ang pada Tabel 3.

Tabel 3.  Kategori Nilai Mahasiswa

Rentang Skor (skala 100) Nilai
Huruf Angka
(1) (2) (3)
≥90 A 4
80-89 A- 3,7
75-79 B+ 3,3
70-74 B 3,0
67-69 B- 2,7
64-66 C+ 2,3
60-63 C 2
50-59 D 1
<50 E 0
  1. Keberhasilan akhir semester dapat dilihat dari nilai indeks prestasi kumulatif (IPK), dimana IPK digunakan untuk menentukan beban stu­di semester berikutnya dengan ketentuan:
IPK > 3,50 :  24 SKS
IPK 3 – 3,5 : 22 SKS
IPK 2,76 – 3,00 : 20 SKS
IPK 2,00 – 2,75 : 18 SKS
  1. Early Warning Sistem merupakan peringatan awal bagi mahasiswa di dalam capaian belajar setiap akhir tahun dengan ketentuan:
    1. Penilaian keberhasilan studi tahun pertama (Semester II): mini­mal mendapat 28 SKS dengan nilai minimal C, jika tidak menda­pat capaian tersebut akan mendapat peringatan tertulis.
    2. Penilaian keberhasilan studi tahun kedua (Semester IV): minimal mendapat 56 SKS dengan nilai minimal C, jika tidak mendapat capaian tersebut akan mendapat peringatan tertulis dan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan keberlanjutan studi
    3. Penilaian keberhasilan studi tahun ketiga (Semester VI): minimal mendapat 84 SKS dengan nilai minimal C, jika tidak mendapat capaian tersebut akan mendapat peringatan tertulis.
    4. Penilaian keberhasilan studi tahun keempat (Semester VIII): mini­mal mendapat 112 SKS dengan nilai minimal C, jika tidak men­da­pat capaian tersebut mahasiswa dinyatakan drop out.
    5. Penilaian keberhasilan studi akhir tahun ke lima (Semester X): minimal mendapat 144 SKS dengan nilai minimal C, untuk me­nen­tukan penyelesaian dan pemberhentian studi. Jika tidak men­dapat capaian minimal 144 SKS mahasiswa dinyatakan drop out.

Mahasiswa dapat selesai studi S1 dengan ketentuan:

  1. minimal 144 SKS termasuk skripsi;
  2. IPK ≥ 2;
  3. telah lulus ujian komprehensif (bila ada);
  4. tidak ada nilai D dan E;
  5. telah lulus ujian skripsi.

Apabila mahasiswa tidak dapat memenuhi persyaratan di atas maka akan dilakukan pemberhentian studi (drop out).

  1. Mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan jenjang sarjana mendapat predikat kelulusan dengan ketentuan sebagai berikut:

IPK   2,00 – 3,00  :  Lulus dengan memuaskan

IPK   3,01 – 3,50  :  Lulus dengan sangat memuaskan

IPK   3,51 – 4,00  :  Lulus dengan pujian (cumlaude),  masa studi maksimal 9 (Sembilan) semester atau 4,5 (empat koma lima)  tahun.

Monitoring/pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan peng­ajar­­an dilakukan dengan presensi perkuliahan, laporan kemajuan pem­belajaran, dokumentasi hasil pekerjaan/karya mahasiswa, dan dokumen­tasi nilai (form monitoring/pemantauan terlampir). Monitoring/peman­ta­uan dilakukan oleh Kepala Program Studi dan  dilaporkan kepada Wa­kil Dekan Bidang Akademik. Monitoring/pemantauan proses pembelajar­an juga dilakukan oleh mahasiswa melalui berbagai cara antara lain open talk, polling dan sebagainya.

Sesuai standar ISO 9001:2008, evaluasi hasil pembelajaran  akhir dilakukan melalui mekanisme  rapat di setiap  program studi. Untuk mem­permudah proses evaluasi, Kepala Sub Bagian Pendidikan  membu­at  rekap nilai mahasiswa menurut mata kuliah,  program studi dan kate­gori nilai. Nilai mahasiswa yang diberikan oleh dosen harus sama dengan sistem penilaian yang diberlakukan di UNS dengan kategori nilai dapat dilihat pada tabel 3.  Dalam hal dosen memberikan nilai di luar kategori yang telah ditetapkan, maka nilai yang digunakan adalah mengacu pada sistem yang sudah ada.

Evaluasi juga dilakukan terhadap jumlah kehadiran mahasiswa  dan jumlah kehadiran dosen.  Mahasiswa dapat mengikuti ujian dengan kehadiran minimal 50 % pada setiap tahapan uji kompetensi.

Uji kompetensi dilakukan minimal 2 kali dalam satu semester de­ngan ketentuan jumlah tatap muka per semester minimal 16 kali (ter­masuk dua kali uji kompetensi).  Untuk menjamin kualitas pembelajaran, setiap dosen harus membuat silabi sesuai mata kuliah yang diampunya dan di upload dalam SIAKAD.

Sesuai dengan Visi, Misi, dan Tujuan FISIP UNS, maka berbagai upa­ya yang bersifat keilmuan senantiasa dikembangkan untuk mencapai suasana akademik yang menunjang terciptanya budaya keilmuan yang sehat. Untuk mencapai kondisi tersebut, Program Studi mewajibkan ma­ha­siswa mengadakan kegiatan ilmiah, misalnya seminar dengan meng­angkat isu-isu atau tema-tema terkini yang relevan dengan bidang ilmunya.

print

Share This: